Dua Pria Tertangkap Hendak Menyelundupkan KFC ke Selandia Baru yang Lockdown

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebagian besar warga Jepang terutama yang beragama Kristen menyediakan menu KFC saat makan malam Natal, yang dipengaruhi oleh budaya Amerika pasca Perang Dunia II. Foto: @kfc_japan

    Sebagian besar warga Jepang terutama yang beragama Kristen menyediakan menu KFC saat makan malam Natal, yang dipengaruhi oleh budaya Amerika pasca Perang Dunia II. Foto: @kfc_japan

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua orang pria berusia 23 dan 30 tahun tertangkap basah hendak menyelundupkan pesanan KFC ke kota Auckland, Selandia Baru, yang sedang menjalani lockdown. Dikutip dari CNN, bagasi mobil keduanya penuh dengan makanan KFC. Selain itu, polisi juga menemukan uang senilai NZ$100.000 (Rp997 juta).

    Keduanya sekarang telah ditahan oleh Kepolisian Auckland atas dugaan pelanggaran aturan lockdown COVID-19. Saat ini, Auckland sedang menjalani lockdown level 4 di mana seluruh restoran tutup dan tidak melayani dine in ataupun take away.

    Penangkapan itu sendiri terjadi pada Ahad kemarin. Semua bermula ketika polisi yang tengah berpatroli di perbatasan Auckland melihat mobil mencurigakan hendak mencoba masuk ke kota. Khawatir pengendaranya berniat buruk, polisi yang berpatroli langsung mengejar tersangka.

    "Tersangka, yang melihat mobil polisi mendekat, langsung putar arah dan tancap gas. Mereka gagal melarikan diri dan akhirnya menepikan kendarannya. Ketika mobil kami geledah, bagasi penuh dengan paket KFC," ujar siaran pers Kepolisian Auckland, Selasa, 21 September 2021.

    Kepolisian Auckland melanjutkan, makanan KFC yang mereka bawa terdiri atas tiga ember ayam, 10 cangkir sayuran, kantong besar berisi kentang goreng, serta empat kantong besar berisi makanan KFC lainnya.

    Makanan KFC itu, menurut keterangan dua tersangka, dibeli di Hamilton. Hamilton berjarak kurang lebih 120,5 kilometer dari Auckland.

    "Kedua tersangka akan disidang karena melanggar aturan kesehatan Selandia Baru. Mereka juga bisa dijerat dengan pasal lainnya," ujar Kepolisian Auckland, menambahkan bahwa keduanya juga anggota dari gangster lokal.

    Mengacu pada aturan pengendalian pandemi COVID-19, keduanya terancam hukuman penjara maksimal enam bulan dengan denda kurang lebih NZ$4000 (Rp39 juta). Adapun Selandia Baru berencana menurunkan level lockdown di Auckland ke tingkat 3 di mana warga sudah diperbolehkan pergi bekerja atau ke sekolah.

    Baca juga: Selandia Baru Sudah Stok Pfizer, Jacinda Ardern Minta Kiwi untuk Divaksin

    ISTMAN MP | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.