Mafia Italia Tembak Narapidana dengan Pistol yang Diselundupkan Lewat Drone

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penembakan. timeout.com

    Ilustrasi penembakan. timeout.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang mafia Italia yang dipenjara menembaki sesama narapidana dengan senjata yang diselundupkan melalui pesawat tak berawak atau drone. Ia juga menahan seorang penjaga penjara dengan senjata. Peristiwa terjadi di penjara Frosinone yang memiliki tingkat keamanan tinggi.

    Pria berusia 28 tahun yang tak disebut namanya itu, adalah anggota kelompok mafia Neapolitan. Menurut Kepala Serikat Penjara Sappe, Donarto Capece, terpidana melepaskan tiga tembakan pada hari Minggu ke para tahanan setelah mereka terlibat perdebatan. Beruntung tidak ada tahanan yang terluka akibat penembakan tersebut.

    Menurut Capece, saat peristiwa tersebut, pria itu mendapat izin mandi dan meninggalkan selnya. Saat pintu kamar mandi ditutup, dia mengeluarkan pistol dan mengarahkannya ke penjaga. Dia memaksa si penjaga menyerahkan kunci ke sel lain. Namun pintu sel tak bisa dibuka hingga ia menembak musuhnya melalui jeruji besi.

    Pria itu kemudian menggunakan ponsel ilegal untuk menelepon pengacaranya. Ia akhirnya menyerahkan senjata kepada pihak berwenang di penjara dengan keamanan tinggi yang terletak sekitar 62 mil tenggara Roma.

    "Kami berasumsi bahwa senjata diselundupkan dengan pesawat tak berawak," kata Capece, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

    Menteri Kehakiman, Marta Cartabia, mengumumkan kepala administrasi penjara Italia akan melakukan perjalanan ke Frosinone pada Senin.

    Penjara Italia berada di bawah pengawasan ketat pada Juni, ketika muncul rekaman seorang penjaga memukuli narapidana dengan pentungan. Narapidana itu dipukuli karena memprotes penguncian akibat virus corona.

    Baca: Polisi Spanyol dan Italia Tangkap 106 Anggota Mafia

    DAILY MAIL | EURONEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.