Oposisi Tuduh Partai Presiden Putin Curang dalam Pemilu Rusia

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Partai Rusia Bersatu yang dipimpin oleh Presiden Vladimir Putin kembali memenangi pemilu. Namun pihak oposisi menyatakan kemenangan itu diwarnai dengan kecurangan. Oposisi menuduh pihak berwenang Rusia melakukan penipuan massal.

    Komisi Pemilihan Umum Rusia telah merampungkan penghitungan 99,9 persen suara. Dari hasil tersebut Partai Rusia Bersatu menjadi pemenang dengan mendulang 50 persen suara. Sedangkan saingan terdekatnya Partai Komunis, hanya mendulang 19 persen suara.

    Dengan demikian Partai Rusia Bersatu akan menguasai lebih dari dua pertiga wakil di majelis rendah parlemen Duma yang memiliki 450 kursi. Kemenangan itu akan memungkinkan Partai Rusia Bersatu tak harus berkoalisi dengan partai manapun.

    Partai Rusia Bersatu yang didirikan oleh Vladimir Putin, selalu memenangi pemilu. Namun dalam jajak pendapat yang dilakukan sebelum pemilu, dukungan terhadap Partai Rusia Bersatu turun akibat ketidakpuasan rakyat terhadap standar hidup yang rendah serta tuduhan korupsi.

    Partai oposisi sendiri mengklaim memenangi lebih dari setengah di 15 distrik pemilihan di Moskow. Namun setelah hasil pemilihan elektronik ditambahkan, partai oposisi dinyatakan kalah.

    "Ini memalukan dan kejahatan itu adalah nyata," ujar kandidat dari Partai Komunis Valery Rashkin. Dia mengatakan partainya akan terus memprotes hingga hasil suara ekektronik yang dipalsukan, dibatalkan.

    Namun dugaan kecurangan itu dibantah oleh Ketua KPU Rusia Ella Pamfilova. Dia menegaskan pemungutan suara berlangsung sangat bersih dan transparan.

    Baca: Partai Putin Diperkirakan Menang Lagi dalam Pemilu Rusia

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.