Ketika PM Inggris Promosikan AstraZeneca pada Presiden Brasil yang Antivaksin

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, berpose dengan bendera di Downing Street menjelang final Euro 2020, 9 Juli 2021. REUTERS/Henry Nicholls

    Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, berpose dengan bendera di Downing Street menjelang final Euro 2020, 9 Juli 2021. REUTERS/Henry Nicholls

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mendesak Presiden Brasil Jair Bolsonaro, yang anti-vaksin, untuk disuntik vaksin Covid-19 dari AstraZeneca. Ajakan ini dilakukan saat kedua pemimpin ini bertemu di New York, Senin, 20 September 2021.

    Selama pertemuan di Gedung Konjen Inggris di New York itu, Boris Johnson beberapa kali mengatakan, bahwa AstraZeneca adalah vaksin hebat dan dia sendiri telah menerima dua dosis, demikian dilaporkan Daily Mail.

    Tetapi Bolsonaro dengan cepat menanggapi ajakan Perdana Menteri dengan mengibaskan jarinya dan menjawab "belum".

    Johnson mengatakan kepada Bolsonara bahwa dia telah merencanakan untuk melakukan perjalanan ke Brasil, namun tidak bisa dilakukan karena pandemi.

    Dia kemudian melanjutkan untuk menantang presiden Brasil tentang vaksin dan berkata, "AstraZeneca, ini adalah vaksin yang hebat. Saya punya AstraZeneca!'

    Ia kembali mengulang soal itu ketika mengantar pers keluar dari ruang utama, Johnson menambahkan, "Terima kasih semuanya, dapatkan AstraZeneca. Aku sudah dua kali."

    Namun Bolsonaro menunjuk dirinya sendiri dan mengibaskan jarinya sebelum menjawab "belum" melalui seorang penerjemah.

    Selama pertemuan mereka, kedua pemimpin membahas perjuangan melawan infeksi virus corona, sebelum Bolsonaro mengatakan dia telah mengembangkan kekebalan "sangat baik" terhadap penyakit tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.