Filipina Susun Rencana Kelas Offline di Wilayah Rendah Resiko COVID-19

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grayson Lucas yang berusia lima tahun mengikuti kelas daring di rumah pada hari pertama sekolah di Manila, Filipina, pada 5 Oktober 2020. Sekolah-sekolah di Filipina dibuka dengan kegiatan belajar daring di tengah epidemi COVID-19. (Xinhua/Rouelle Umali)

    Grayson Lucas yang berusia lima tahun mengikuti kelas daring di rumah pada hari pertama sekolah di Manila, Filipina, pada 5 Oktober 2020. Sekolah-sekolah di Filipina dibuka dengan kegiatan belajar daring di tengah epidemi COVID-19. (Xinhua/Rouelle Umali)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah menyetujui kembali dimulainya kegiatan belajar mengajar tatap muka (offline) di wilayah yang rendah resiko COVID-19. Adapun hal itu akan dimulai dengan masa uji coba terlebih dahulu selama dua bulan sebelum diberlakukan secara luas.

    Menurut laporan kantor berita Reuters, ada 120 sekolah yang akan bergabung dalam masa uji coba tersebut. Rinciannya, 100 sekolah negeri dan 20 sekolah swasta.

    " Jika ada perubahan dalam assessment resiko, kami akan menghentikan kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka," ujar Menteri Pendidikan Filipina, Leonor Briones, Senin, 20 September 2021.

    Per berita ini ditulis, Filipina adalah satu dari 17 negara di dunia yang masih menutup kegiatan belajar mengajar di sekolah secara full akibat pandemi COVID-19. Mereka menggantinya dengan kelas daring. 

    Penutupan itu adalah hasil dari konsistensi Duterte atas keputusannya bahwa sekolah akan tetap tutup sampai ada cukup vaksin di Filipina. Menurutnya, jika sekolah dipaksakan kembali beroperasi, hal itu bisa memicu bencana yang lebih besar mengingat Filipina adalah salah satu negara ASEAN yang paling terdampak COVID-19.

    Melihat vaksinasi sudah mulai berjalan di Filipina, Duterte mulai berani merencanakan pembukaan sekolah di wilayah-wilayah yang beresiko rendah.

    Menurut keterangan Kementerian Pendidikan, kegiatan belajar mengajar selama masa uji coba akan tetap memiliki sejumlah pembatasan. Misalnya, satu sesi mengajar akan dibatasi 3-4 jam. Selain itu, untuk anak-anak bisa bergabung ke kegiatan belajar mengajar, mereka harus mendapat izin dari orang tua dulu.

    Jumlah siswa per kelas juga dibatasi. Untuk taman kanak-kanak, hanya boleh ada 12 murid di sana. Untuk sekolah dasar, per kelas maksimal 16 orang sementara di sekolah tinggi dibatasi 20 orang per kelas.

    Perihal kapan masa uji coba akan dimulai, Pemerintah Filipina belum menetapkan. Hal itu akan dibahas dulu dengan sekolah-sekolah di Filipina untuk mengetahui kesiapan mereka menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka (offline). 

    Baca juga: Ironi Tenaga Medis di Balik Lonjakan Covid-19 Filipina

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.