Malaysia Khawatir Kapal Selam Nuklir Australia Picu Perlombaan Senjata Nuklir

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BAE Systems meluncurkan kapal selam nuklir kelas Astute kelima Angkatan Laut Inggris di situs Barrow-in-Furness di Cumbria. Kapal selam nuklir ini memasuki air untuk pertama kalinya dan akan menuju fase berikutnya dari program uji dan komisioningnya. Baesystem.com

    BAE Systems meluncurkan kapal selam nuklir kelas Astute kelima Angkatan Laut Inggris di situs Barrow-in-Furness di Cumbria. Kapal selam nuklir ini memasuki air untuk pertama kalinya dan akan menuju fase berikutnya dari program uji dan komisioningnya. Baesystem.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Malaysia pada Sabtu menyatakan keprihatinannya, mengatakan rencana Australia untuk membangun kapal selam nuklir di bawah pakta baru AUKUS dengan Inggris dan Amerika Serikat, dapat mengkatalisasi perlombaan senjata nuklir di kawasan Indo-Pasifik.

    Australia akan membangun delapan kapal selam bertenaga nuklir di bawah kemitraan keamanan Indo-Pasifik yang telah membuat marah Cina. Di bawah pakta AUKUS, Australia akan menjadi negara ketujuh yang memiliki kapal selam nuklir, dan menjadi negara kedua yang diberi teknologi itu setelah Inggris pada 1958.

    "Ini akan memprovokasi kekuatan lain untuk juga bertindak lebih agresif di kawasan itu, terutama di Laut Cina Selatan," kata Kantor Perdana Menteri Malaysia, dikutip dari Reuters, 19 September 2021.

    Kapal selam HMS Audacious milik angkatan laut Inggris (Royal Navy) dibangun dengan sistem yang canggih. Kapal ini mampu menyelam selama 25 tahun nonstop tanpa muncul ke permukaan berkat reaktor nuklir yang turut melengkapi kapal ini. Foto: Royal Navy

    Pernyataan itu tidak menyebutkan Cina, tetapi kebijakan luar negeri Cina di kawasan itu semakin tegas, terutama klaim maritimnya di Laut Cina Selatan yang kaya sumber daya alam, beberapa di antaranya bertentangan dengan klaim Malaysia sendiri.

    "Sebagai negara di dalam ASEAN, Malaysia memegang prinsip menjaga ASEAN sebagai Zona Damai, Bebas, dan Netral (ZOFPAN)," kata Malaysia.

    Malaysia mendesak semua pihak untuk menghindari provokasi dan persaingan senjata di wilayah tersebut.

    Baca juga: Australia Bangun Armada Kapal Selam Nuklir, Indonesia Prihatin

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.