Top 3 Dunia: 3.000 Tenaga Medis Prancis Diskors, Menlu Belanda Mundur

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Prancis berunjuk rasa pada 17 Juli 2021, minta agar imunisasi vaksin virus corona jangan dijadikan kewajiban. Sumber: Reuters

    Warga Prancis berunjuk rasa pada 17 Juli 2021, minta agar imunisasi vaksin virus corona jangan dijadikan kewajiban. Sumber: Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita top 3 dunia sepanjang Sabtu, 18 September 2021 dimulai dari 3.000 tenaga medis di Prancis yang ditangguhkan tanpa upah karena menolak divaksin covid-19. Pemberhentian itu hanya dua hari setelah dokter dan petugas kesehatan melakukan protes massal atas kewajiban vaksinasi covid-19.

    Berita top 3 dunia lainnya adalah Presiden Brasil Jair Bolsonaro yang nekat datang ke sidang umum PBB, padahal ia belum divaksin. Berita terakhir adalah Menhan Belanda ikut mundur karena lalai mengurus evakuasi Afghanistan. 

    1. 3.000 Tenaga Medis Prancis Diberhentikan tanpa Upah karena Tolak Vaksin Covid-19

    Prancis memberhentikan 3.000 tenaga medis tanpa menerima upah karena menolak disuntik vaksin covid-19 menjelang tenggat waktu terakhir pekan ini. Hal itu diungkapkan Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran pada Kamis, 16 September 2021.

    Pemberhentian itu hanya dua hari setelah dokter dan petugas kesehatan melakukan protes massal terhadap kewajiban vaksinasi yang dianggap banyak orang sebagai pelanggaran terhadap kebebasan sipil.

    Badan kesehatan masyarakat nasional Prancis memperkirakan sekitar 12 persen staf rumah sakit dan 6 persen dokter di rumah sakit maupun klinik swasta belum divaksinasi. Ini membuat pemerintah memutuskan menjatuhkan skorsing terhadap 3.000 orang tenaga medis.

    Presiden Emmanuel Macron telah mengultimatum staf di rumah sakit, pekerja panti jompo, dan dinas pemadam kebakaran pada Juli lalu untuk mendapatkan setidaknya satu suntikan vaksin Covid-19 paling lambat 15 September 2021. Jika menolak, mereka akan menghadapi penangguhan dan tidak dibayar.

    "Sekitar 3.000 tenaga medis di pusat kesehatan dan klinik yang belum divaksinasi sudah ditangguhkan," kata Veran kepada radio RTL.

    Dia menambahkan puluhan orang telah mengundurkan diri dari pekerjaannya alih-alih mendaftar untuk vaksin Covid-19.

    Menurut Veran, penangguhan hanya bersifat sementara. Meski ada petugas medis yang menolak divaksinasi, sebagian besar mendukung suntikan vaksin Covid-19.

    Berdasarkan angka yang diberikan oleh masing-masing rumah sakit, jumlah karyawan yang ditangguhkan bisa lebih banyak.

    Rumah sakit di Paris mengatakan pada Kamis, 16 September 2021, bahwa 340 pekerja telah diskors. Sedangkan laporan media lokal, jumlah petugas yang diskors mencapai 450 orang di Nice dan 100 orang di Perpignan.

    Kewajiban vaksinasi Covid-19 untuk tenaga medis tak hanya di Prancis, namun akan  berlaku pula di Italia dan Inggris. Italia mengumumkan semua pekerja harus membawa bukti telah divaksinasi atau hasil tes negatif Covid-19.

    Di Inggris, tenaga medis dan pekerja sosial akan diwajibkan vaksinasi Covid-19 untuk menahan penyebaran virus selama musim dingin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.