Amazon Buka 125.000 Lowongan Kerja, Selain Gaji dan Bonus Ada Dana untuk Kuliah

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Amazon Alexa. (amazon.com)

    Logo Amazon Alexa. (amazon.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Amazon membuka lowongan kerja untuk 125 ribu pekerja di gudang dan logistik di Amerika Serikat. Untuk menarik minat pelamar, Amazon menjanjikan upah yang lebih tinggi, tunjangan dan bonus masuk untuk beberapa pekerjaan.

    Dikutip dari CNN, Sabtu, 18 September 2021, Amazon mengatakan pada Selasa lalu akan menawarkan upah awal rata-rata mulai US$18 per jam, lebih tinggi dari upah minimun sebesar US$ 15 per jam. Selain itu ada pula bonus hingga US$ 3.000.

    Amazon juga menawarkan membayar biaya kuliah empat tahun untuk sebagian besar pekerjanya. Selain Amazon adapula Walmart dan Target yang menawarkan fasilitas menggiurkan tersebut.

    Saat ini banyak pengecer dan perusahaan logistik di Amerika Serikat banyak yang membuka lowongan kerja. Perusahaan ritel itu sedang berjuang mencari pekerja dan menaikkan gaji. Peritel juga memperluas tunjangan untuk mengantisipasi krisis pegawai.

    Pada bulan Juli, ada 879.000 pekerjaan yang tidak terisi di industri ritel dan 222.000 di industri transportasi serta pergudangan, menurut data terbaru dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS.

    "Ini adalah pasar tenaga kerja yang sangat kompetitif, tentu saja penyumbang terbesar inflasi di bisnis ini," ujar Brian Olsavsky, kepala keuangan Amazon, pada Juli lalu.

    Amazon memprediksi permintaan akan naik menjelang liburan. Ketersediaan staf juga akan berkurang seiring masa liburan.

    Penjualan ritel musim liburan diprediksi naik 9 persen dari tahun lalu. Sedangkan penjualan e-commerce akan tumbuh hingga 15 persen.

    Amazon dan Walmart mempekerjakan karyawan tetap menjelang liburan, sementara UPS, Kohl's, Michaels, dan lainnya merekrut staf sementara.

    Bisnis Amazon telah melonjak selama pandemi karena pembeli bertambah. Banyaknya waktu yang dihabiskan di rumah selama pandemi meningkatkan transaksi online.

    Baca: Covid-19, Google dan Amazon Tunda Kebijakan Kembali ke Kantor


    CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.