Kasus Covid-19 Naik Lagi, Sekolah Dasar Singapura Kembali ke Belajar Online

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang siswa sekolah dasar menarik tasnya saat memasuki sekolahnya di hari pertama kembali bersekolah di tengah pembatasan di Singapura, Selasa, 2 Juni 2020. (Xinhua/Then Chih Wey)

    Seorang siswa sekolah dasar menarik tasnya saat memasuki sekolahnya di hari pertama kembali bersekolah di tengah pembatasan di Singapura, Selasa, 2 Juni 2020. (Xinhua/Then Chih Wey)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian pendidikan Singapura pada Sabtu mengatakan sekolah dasar akan beralih ke belajar online selama 10 hari menjelang ujian nasional utama, ketika negara itu melaporkan 935 kasus Covid-19 baru pada hari sebelumnya, tertinggi sejak April tahun lalu.

    Siswa sekolah dasar 1 hingga 5 akan pindah ke pembelajaran berbasis rumah dari 27 September hingga 6 Oktober. Sementara untuk siswa sekolah dasar 6 akan mengambil cuti belajar selama beberapa hari dari 25 September sebelum mengikuti ujian nasional, untuk meminimalkan risiko penularan Covid-19 berbasis sekolah dan mengurangi jumlah siswa yang ditempatkan di karantina.

    "Dengan semakin dekatnya ujian tertulis PSLE (Primary School Leaving Examination), kami akan melakukan tindakan lebih lanjut untuk melindungi siswa yang belum memenuhi syarat secara medis untuk vaksinasi dan memberikan ketenangan pikiran yang lebih besar kepada orang tua dan siswa," kata Menteri Pendidikan Singapura Chan Chun Sing, dikutip dari Reuters, 18 September 2021.

    Kementerian pendidikan juga akan menerapkan tindakan pencegahan tambahan di sekolah dasar dan Pendidikan Luar Biasa (SPED) yang menawarkan Kurikulum Nasional menjelang dimulainya makalah tertulis untuk PSLE, Channel News Asia melaporkan.

    "Ini akan lebih baik lindungi siswa kami yang lebih muda yang belum memenuhi syarat secara medis untuk vaksinasi," kata kementerian pendidikan.

    Sekolah dasar dan SPED akan tetap terbuka untuk siswa yang membutuhkan dukungan tambahan selama periode HBL.

    Peningkatan kasus baru-baru ini setelah pelonggaran beberapa tindakan Covid-19 telah mendorong Singapura untuk menghentikan pembukaan kembali lebih lanjut. Lebih dari 80% populasinya telah divaksinasi terhadap Covid-19.

    Singapura sedang mempertimbangkan untuk memvaksinasi anak-anak di bawah 12 tahun pada awal 2022.

    Baca juga: 367 Anak Singapura Positif Corona, 172 Terinfeksi Varian Delta

    REUTERS | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Persebaran Pengungsi di Indonesia Menurut UNHCR

    PBB mengucurkan dana untuk program respons sosial ekonomi inklusif untuk menghadapi Covid-19. UNHCR mendata persebaran penerima manfaat di Indonesia.