Pesan dalam Botol dari Jepang Ditemukan 37 Tahun Kemudian di Hawaii, Apa Isinya?

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesan dalam botol gin berusia 132 tahun ditemukan di pantai barat Australia oleh sepasang suami istri. [Kym Ilman.com]

    Pesan dalam botol gin berusia 132 tahun ditemukan di pantai barat Australia oleh sepasang suami istri. [Kym Ilman.com]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah botol kaca berisi pesan dari tahun 1984 ditemukan oleh gadis berusia 9 tahun di Hawaii 37 tahun kemudian. Botol itu dikirimkan oleh seorang siwswa sekolah menengah di Jepang sebagai bagian dari percobaan di laut.

    Pengirim pesan yang tak disebutkan namanya itu menjatuhkan botol berisi surat sebagai bagian dari percobaan arus laut. Di dalam botol tertulis pesan penyelidikan arus laut, ditulis oleh para siswa dan dilarung di Kuroshio dekat Pulau Miyajima, Jepang barat.

    Surat yang disegel itu dijatuhkan ke laut pada Juli 1984. Di dalamnya disebutkan siapa pun yang menemukan botol itu untuk mengembalikannya ke sekolah, SMA Choshi.

    Gadis cilik penemu botol bernama Abbie Graham sedang bermain ke pantai bersama keluarganya di dekat Kota Hilo, Hawaii. Berarti botol itu telah menempuh perjalanan sepanjang 4.350 mil selama 37 tahun.

    Dalam keterangan tertulisnya, SMA Choshi mengatakan botol yang ditemukan oleh Abbie Graham adalah satu dari 450 botol yang dilepaskan ke laut pada 1984. Setahun kemudian ada 300 botol yang juga digunakan dalam percobaan arus laut.

    Sejauh ini, 51 botol telah ditemukan dan dikembalikan. Namun pihak sekolah menambahkan, botol yang ditemukan Abbie Graham ini adalah satu-satunya yang dikembalikan sejak 2002. Selain Hawaii, botol-botol lain dari percobaan itu tersebar di berbagai penjuru dunia mulai dari Amerika Serikat, Kananda, Filipina, dan Kepulauan Marshall di Pasifik tengah.

    Mayumi Kanda, mantan siswa sekolah tersebut, yang menjadi anggota klub sains pada 1984, mengatakan terkejut botol itu muncul kembali setelah sekian lama. "Penemuan botol itu meghidupkan kembali memori nostalgia masa SMA saya," ujarnya.

    Sekolah Menengah Choshi mengatakan murid-muridnya berencana menulis surat kepada Abbie untuk berterima kasih karena telah mengembalikannya. Mereka akan menyertakan miniatur Tairyo-bata, sejenis bendera nelayan yang pernah digunakan untuk menunjukkan hasil tangkapan, dengan surat itu sebagai hadiah.

    Baca juga: Menteri COVID-19 Jepang Taro Kono Berpotensi Jadi PM Baru

    CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.