Tolak Divaksin Corona, Presiden Brasil Nekat Hadiri Sidang Umum PBB di New York

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Brasil Jair Bolsonaro berjalan setelah menghadiri Misa di sebuah gereja Katolik di Brasilia, Brasil 1 Juli 2021. [REUTERS/Adriano Machado]

    Presiden Brasil Jair Bolsonaro berjalan setelah menghadiri Misa di sebuah gereja Katolik di Brasilia, Brasil 1 Juli 2021. [REUTERS/Adriano Machado]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Brasil Jair Bolsonaro menyatakan akan hadir di sidang umum PBB di New York pekan depan meski ia belum divaksinasi covid-19. Bolsonaro termasuk orang yang menolak divaksinasi covid-19. Dalam beberapa pernyataannya, dia mengatakan adalah orang terakhir yang akan menerima vaksin.

    "Minggu depan saya akan berada di Majelis Umum PBB, saya akan memberikan pidato pembukaan pada hari Selasa," kata Bolsonaro melalui media sosial.

    Menurut Bolsonaro, isi pidatonya sangat objektif dan berfokus pada isu-isu yang menarik. Dia akan membahas pendekatan Brasil mengatasi pandemi virus corona, bisnis pertanian dan energi.

    Otoritas kota New York pada Rabu lalu mengumumkan persyaratan bukti vaksinasi covid-19 untuk semua pemimpin dan diplomat yang hadir. Walikota New York menulis pedoman terhadap acaraa tersebut termasuk setiap delegasi harus menunjukkan bukti vaksinasi untuk memasuki ruang debat. Hal ini sekaligus menimbulkan pertanyaan tentang partisipasi Bolsonaro.

    Surat yang ditandatangani oleh komisaris kesehatan Kota New York mengatakan bahwa ruang debat PBB diklasifikasikan sebagai pusat konvensi. Artinya semua peserta harus divaksinasi, sama seperti orang lain yang berpartisipasi dalam beberapa kegiatan di dalam ruangan.

    Namun Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres beberapa jam kemudian mengatakan tidak bisa memaksakan persyaratan tersebut kepada kepala negara.

    Bolsonaro sudah terkena virus corona tahun lalu. Dia mengatakan akan menjadi orang terakhir di Brasil yang divaksinasi.

    Brasil, dengan populasi 213 juta penduduk menempati urutan keempat negara dengan jumlah dosis vaksin terbanyak di dunia, menurut Our World in Data. Meski tingkat vaksinasi covid-19 di Brasil lumayan tinggi, presiden negara tersebut menolak disuntik. Dia mengklaim tingkat antibodinya sudah di atas rata-rata.

    Baca: Jair Bolsonaro Mengubah Aturan Bermedia Sosial di Brasil

    NDTV


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.