Korupsi Dana Olimpiade, Mantan Menteri Olahraga Kenya Divonis Bersalah

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Olahraga Kenya Hassan Wario. Sumber: Reuters

    Mantan Menteri Olahraga Kenya Hassan Wario. Sumber: Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah pengadilan di Kenya pada Kamis, 16 September 2021, menjatuhkan vonis 6 tahun penjara pada mantan Menteri Olahraga Hassan Wario. Pengadilan memutuskan Wario bersalah menggunakan dana yang seharusnya digunakan untuk Olimpiade Rio de Jainero, Brasil, pada 5 tahun lalu.

    Dalam Olimpiade Rio, Kenya memenangkan 6 medali emas, enam medali perak dan satu medali perunggu. Namun prestasi gilang-gemilang itu dirusak oleh tuduhan korupsi di kalangan pejabat senior dan pucuk pimpinan tim olahraga di Kenya.

    Mantan Menteri Olahraga Kenya Hassan Wario. Sumber: Reuters

    Hakim di Pengadilan Nairobi menemukan Wario, yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Olahraga, bersalah karena telah menyalahgunakan jabatan hingga hilangnya dana yang seharusnya digunakan untuk Olimpiade Rio.

    Sidang untuk kasus ini dimulai sejak 2018. Pengadilan Nairobi memutuskan memberikan pilihan pada Wairo untuk membayar uang denda 3,6 juta shilling (Rp 466 juta) atau masuk penjara. Wairo saat ini menjabat sebagai Duta Besar Kenya untuk Austria.    

    Dalam putusannya, Pengadilan Nairobi juga memutuskan Stephen Soi, ketua tim dalam Olimpiade Rio, penjara 10 tahun atas tuduhan korupsi atau denda 103 juta shilling. Kenya di bawah kepemimpinan Presiden Uhuru Kenyatta mendakwa puluhan pejabat senior di negaranya dengan sejumlah dakwaan untuk memberantas korupsi.

    Baca juga: 5 Menteri dengan Lonjakan Kekayaan Terbanyak, Ada Luhut dan Prabowo 

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Persebaran Pengungsi di Indonesia Menurut UNHCR

    PBB mengucurkan dana untuk program respons sosial ekonomi inklusif untuk menghadapi Covid-19. UNHCR mendata persebaran penerima manfaat di Indonesia.