38 Anjing Pelacak di Bandara Dubai Bisa Deteksi Penumpang Covid-19

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gugus tugas penanganan Covid-19 di Chile mengerahkan anjing pelacak untuk mengendus penumpang pesawat yang positif Covid-19. Sumber: Reuters/asiaone.com

    Gugus tugas penanganan Covid-19 di Chile mengerahkan anjing pelacak untuk mengendus penumpang pesawat yang positif Covid-19. Sumber: Reuters/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bandara Dubai memiliki 38 anjing pelacak yang mampu mengendus penumpang pesawat positif Covid-19. Dilansir dari Reuters, Dubai telah melakukan studi pertama untuk anjing yang mampu mendeteksi virus covid-19 sejak setahun lalu. Tingkat keberhasilan pelacakan oleh anjing mencapai 98,2 persen.

    Polisi Dubai melatih anjing-anjing jenis German Shepherds, Labrador, Cocker Spaniels, dan Border Collies, untuk mengenali aroma covid-19 menggunakan sampel keringat orang-orang yang terinfeksi. Sampel dikumpulkan dari keringat di ketiak selama beberapa menit.

    "Sejumlah kecil sampel kemudian dimasukkan ke dalam toples, yang memiliki aroma pasien. Kami lalu mengeluarkan sampel untuk dihirup anjing," kata pengawas program di pusat pelatihan K9 di Dubai, Letnan Satu Nasser al-Falasi.

    Pelatih polisi Fatima al-Jasmi, di tim deteksi COVID-19, memandu anjing Border Collie berwarna hitam putih. "Pelatihan sedikit menantang, mempelajari keterampilan baru dengan standar internasional, lalu melatih anjing," kata Fatima.

    Menurut hasil studi di Dubai, yang diterbitkan pada Juni di Communications Biology yang merupakan bagian dari jurnal ilmiah Inggris Nature, menyimpulkan tingkat keberhasilan deteksi mencapai 98,2 persen. Penelitian menggunakan sampel keringat dan tes PCR dari 3.290 orang.

    Menurut Nasser al-Falasi, anjing-anjing itu melakukan sekitar 30-40 tes sehari di bandara Dubai. Bolt, seekor Belgian Malinois hitam dan cokelat, adalah anjing pendeteksi COVID-19 pertama yang dilatih.

    "Bolt mungkin sudah melakukan lebih dari 1.000 tes covid-19," kata Falasi. Anjing-anjing ini digunakan di bandara di seluruh UEA.

    Menurut Mayor Salah Khalifa al-Mazroui, Dubai menerima permintaan dari seluruh dunia untuk berbagi pengetahuan tentang cara melatih anjing pelacak covid-19. Polisi Dubai juga memiliki anjing yang dilatih untuk mengendus obat-obatan dan bahan peledak.

    Selain Dubai, penggunaan anjing pelacak covid-19 dilakukan di beberapa negara lain termasuk Finlandia, Amerika Serikat dan Prancis.

    Baca: Tempat Tidur Kardus Olimpiade Tokyo Dipakai Pasien Covid-19

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.