Gara-gara AUKUS, Prancis Gagal Dapat Proyek Kapal Selam Rp570 T dari Australia

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison berjalan di depan Istana Elysee di Paris, Prancis, 15 Juni 2021. [REUTERS/Pascal Rossignol]

    Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison berjalan di depan Istana Elysee di Paris, Prancis, 15 Juni 2021. [REUTERS/Pascal Rossignol]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perjanjian kerja sama militer AUKUS yang melibatkan Amerika Serikat, Inggris, dan Australia, akan membatalkan rencana pembelian kapal selam konvensional dari Prancis oleh Australia senilai US$40 miliar atau sekitar Rp570 triliun.

    Di bawah pakta AUKUS, Amerika Serikat dan Inggris akan memberi Australia teknologi dan kemampuan untuk mengerahkan kapal selam bertenaga nuklir.

    Dengan perjanjian ini, Australia akan menjadi negara kedua setelah Inggris yang diberi akses ke teknologi nuklir AS untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir pada tahun 1958.

    Aliansi AUKUS mengakhiri kesepakatan 2016 Australia dengan pembuat kapal Prancis Naval Group untuk membangun armada kapal selam baru senilai US$40 miliar untuk menggantikan kapal selam Collins yang berusia lebih dari dua dekade, kata juru bicara Scott Morrison kepada Reuters.

    Dikutip dari Reuters, 17 September 2021, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan Australia akan membatalkan kesepakatan senilai US$40 miliar dengan Prancis untuk mengembangkan kapal selam konvensional untuk menggantikan armada kapal selam kelas Collins yang sudah tua, dan bernegosiasi selama 18 bulan dengan Amerika Serikat dan Inggris untuk membangun delapan kapal selam bertenaga nuklir.

    "Australia tidak memiliki rencana untuk memperoleh senjata nuklir dan proposal ini akan tetap konsisten dengan komitmen lama Australia terhadap non-proliferasi nuklir," katanya.

    Prancis menuduh Joe Biden menikamnya dari belakang dan bertindak seperti pendahulunya Donald Trump.

    "Keputusan brutal, sepihak, dan tak terduga ini mengingatkan saya pada apa yang dulu dilakukan Trump," kata Le Drian kepada radio franceinfo. "Saya marah dan kesal. Ini seharusnya tidak dilakukan di antara sekutu."

    Presiden Joe Biden mengatakan pada hari Rabu bahwa Prancis tetap menjadi mitra utama di zona Indo-Pasifik, sementara Scott Morrison mengatakan Australia berharap untuk terus bekerja dekat dan positif dengan Prancis, menegaskan Prancis Sebagai teman dan mitra utama bagi Australia dan Indo-Pasifik.

    Ketiga pemimpin menekankan AUKUS tidak akan membuat Australia mengerahkan senjata nuklir, tetapi hanya kapal selam bertenaga nuklir untuk menjaga dari ancaman.

    Baca juga: Jacinda Ardern Larang Kapal Selam Nuklir Australia Masuk Perairan Selandia Baru

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.