Remaja di Amerika Bertemu Ibu Setelah 14 Tahun Diculik

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Remaja diculik 14 tahun, Jacqueline Hernandez bertemu kembali dengan ibunya. ndtv.com

    Remaja diculik 14 tahun, Jacqueline Hernandez bertemu kembali dengan ibunya. ndtv.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang remaja dari Florida, Amerika Serikat, bersatu lagi dengan ibu kandungnya di wilayah perbatasan Amerika Serikat – Meksiko, setelah terpisah karena penculikan selama 14 tahun.

    Pertemuan secara resmi terjadi pada Senin, 13 September 2021 di Texas, Amerika Serikat. Sedangkan pertemuan pertama mereka terjadi pada akhir pekan lalu di wilayah perbatasan Amerika Serikat - Meksiko.

    Remaja perempuan itu diketahui bernama Jacqueline Hernandez, 19 tahun, yang menghubungi ibunya lebih dulu Angelica Vences-Salgado lewat Facebook pada awal bulan ini. Tidak dijelaskan rinci bagaimana awalnya Hernandez bisa ketemu ibunya di media sosial.  

    Kepada putrinya, Vences-Salgado mengatakan dia saat ini tinggal di Meksiko.    

    Clermont Police Department (CPD) menjelaskan kasus penculikan pada Hernandez selama ini telah menjadi kasus dingin (mentok). Vences-Salgado mengatakan pada CPD kalau dia dihubungi oleh seorang perempuan yang mengklaim sebagai anaknya dan diminta untuk ketemuan di pintu masuk perbatasan Amerika Serikat di Laredo, Texas pada 10 September 2021.

    Menjawab laporan Vences-Salgado tersebut, kepolisian di Florida dan Texas serta tim penyidik dari Kementerian Dalam Negeri menyusun rencana pertemuan tersebut. Mereka pun memferivikasi identitas Hernandez.

    Kasus penculikan pada Hernandez terjadi pada 22 Desember 2007 atau saat dia masih berusia 6 tahun. Dia diculik di rumahnya di Clermont, Florida, Amerika Serikat, oleh ayahnya sendiri, Pablo Hernandez. Keberadaan Pablo Hernandez saat ini tidak diketahui.    

    Baca juga: 5 dari 73 Pelajar Korban Penculikan di Nigeria, Dibebaskan

    Sumber: ndtv.com


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Persebaran Pengungsi di Indonesia Menurut UNHCR

    PBB mengucurkan dana untuk program respons sosial ekonomi inklusif untuk menghadapi Covid-19. UNHCR mendata persebaran penerima manfaat di Indonesia.