Prancis Tuduh Joe Biden Seperti Trump, Teken Sepihak Kerja Sama dengan Australia

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato tentang Inisiatif Keamanan Nasional secara virtual dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, di dalam East Room di Gedung Putih di Washington, AS, 15 September 2021. [REUTERS/Tom Brenner]

    Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato tentang Inisiatif Keamanan Nasional secara virtual dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, di dalam East Room di Gedung Putih di Washington, AS, 15 September 2021. [REUTERS/Tom Brenner]

    TEMPO.CO, Jakarta - Prancis menuduh Presiden AS Joe Biden pada Kamis menikamnya dari belakang dan bertindak seperti pendahulunya, Donald Trump, setelah Paris disingkirkan dari kesepakatan pertahanan dengan Australia dan Inggris untuk kapal selam nuklir.

    Amerika Serikat, Inggris dan Australia mengatakan mereka akan membangun kemitraan keamanan untuk Indo-Pasifik yang akan membantu Australia memperoleh kapal selam bertenaga nuklir AS dan membatalkan kesepakatan kapal selam rancangan Prancis senilai US$40 miliar (Rp570 triliun).

    "Keputusan brutal, sepihak, dan tak terduga ini mengingatkan saya pada apa yang dulu dilakukan Trump," kata Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian kepada radio franceinfo, dikutip dari Reuters, 16 September 2021. "Saya marah dan kecewa. Ini harusnya tidak dilakukan di antara sekutu."

    Pada tahun 2016, Australia telah memilih pembuat kapal Prancis Naval Group untuk membangun armada kapal selam baru senilai US$40 miliar untuk menggantikan kapal selam kelas Collins yang berusia lebih dari dua puluh tahun.

    Dua minggu lalu, menteri pertahanan dan luar negeri Australia telah menegaskan kembali kesepakatan itu ke Prancis, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron memuji kerjasama puluhan tahun di masa depan ketika menjamu Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Juni.

    "Itu adalah tikaman dari belakang. Kami menciptakan hubungan saling percaya dengan Australia dan kepercayaan itu telah rusak," kata Le Drian.

    Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menghadiri sesi kerja selama pertemuan para menteri luar negeri negara-negara G7 di Dinard, Prancis, 6 April 2019. [REUTERS/Stephane Mahe/File Photo]

    Hubungan antara Trump dan Macron memburuk selama masa kepresidenan Trump, dan para diplomat mengatakan ada kekhawatiran dalam beberapa bulan terakhir bahwa Joe Biden tidak berterus terang dengan sekutu Eropa-nya.

    Tindakan AS di Australia kemungkinan akan semakin memperburuk hubungan Trans-Atlantik. Uni Eropa akan meluncurkan strategi Indo-Pasifiknya pada Kamis dan Paris sedang bersiap untuk menjadi presiden Uni Eropa.

    "Ini adalah sambaran petir dan bagi banyak orang di Paris adalah momen Trafalgar," kata Bruno Tertrais, Wakil Direktur think tank Foundation of Strategic Research yang berbasis di Paris di Twitter, merujuk pada kekalahan angkatan laut Prancis pada 1805 yang diikuti oleh supremasi angkatan laut Inggris.

    Dia mengatakan itu akan memperumit kerja sama Trans-Atlantik di dalam dan di sekitar kawasan itu, dan China akan mengambil keuntungan dari situasi.

    Joe Biden mengatakan pada hari Rabu bahwa Prancis tetap menjadi mitra utama di zona Indo-Pasifik.

    Scott Morrison mengatakan Australia berharap untuk terus bekerja dekat dan positif dengan Prancis, menegaskan Prancis Sebagai teman dan mitra utama bagi Australia dan Indo-Pasifik.

    Baca juga: Amerika Serikat dan Inggris Sepakat Bantu Australia Bangun Kapal Selam Nuklir

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.