Paus Fransiskus Heran Banyak Orang Menolak Vaksin, Termasuk Kardinal

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus berbicara dengan Ignatius Youssef III, Patriark Katolik Siria Antiokhia, selama pertemuan dengan para pemimpin Kristen Lebanon untuk membahas krisis negara itu, di Vatikan, 1 Juli 2021. Vatican Media/Handout via REUTERS

    Paus Fransiskus berbicara dengan Ignatius Youssef III, Patriark Katolik Siria Antiokhia, selama pertemuan dengan para pemimpin Kristen Lebanon untuk membahas krisis negara itu, di Vatikan, 1 Juli 2021. Vatican Media/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, JakartaPaus Fransiskus mengaku bingung mengapa begitu banyak orang, termasuk sejumlah kardinal dalam hierarki Gereja Katolik Roma, menolak suntikan vaksin Covid-19.

    "Agak aneh karena umat manusia memiliki sejarah persahabatan dengan vaksin," kata Paus Fransiskus saat berada di pesawat yang kembali dari Slovakia, Rabus, 15 September 2021, seperti dikutip Reuters.

    Pernyataan tersebut dia sampaikan untuk menanggapi pertanyaan dari seorang wartawan tentang alasan adanya keraguan terhadap vaksin.

    "Sebagai anak-anak (kita divaksin) untuk campak, polio. Semua anak divaksin dan tidak ada yang mengatakan apa-apa," ujarnya.

    Fransiskus, yang telah disuntik vaksin Covid-19, sering mendesak orang lain untuk mau disuntik vaksin demi kebaikan bersama.

    Dia mengatakan bahwa beberapa orang mungkin pada awalnya takut karena ada berbagai vaksin yang tersedia dan beberapa ternyata "tidak jauh berbeda dari air suling".

    Namun, dia tidak menyebutkan merk vaksin apa pun.

    "Bahkan di Sekolah Tinggi Kardinal ada beberapa penentang vaksin. Tapi salah satu dari mereka, malang, telah dirawat di rumah sakit karena virus (corona). Ini adalah ironi kehidupan," katanya.

    Fransiskus tidak menyebut nama kardinal tersebut.

    Kardinal Raymond Burke, seorang konservatif dan skeptis terhadap vaksin, dirawat di rumah sakit di Amerika Serikat pada Agustus setelah tertular virus corona.

    Beberapa uskup konservatif anti-vaksin, khususnya di Amerika Serikat, mengatakan umat Katolik harus memiliki pilihan untuk menyatakan keberatan hati nuraninya terhadap penggunaan vaksin dengan alasan-alasan berbasis agama.

    Namun, Paus telah menjelaskan bahwa dia tidak setuju usulan tersebut.

    Pada Agustus 2021, Paus mengeluarkan seruan atas nama kelompok nirlaba Amerika Serikat Ad Council dan koalisi kesehatan masyarakat COVID Collaborative, bahwa suntikan vaksin Covid-19 harus digunakan oleh semua orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.