Tim Investigasi PBB: Suriah Belum Aman

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengungsi Suriah mengemas barang-barang mereka ke atas kendaraan ketika mereka kembali ke rumah mereka, di Dayr Ballut, Suriah, 11 April 2020. Hingga saat ini belum ada kasus virus corona di kamp pengungsian, namun mereka mengkhawatirkan kondisi kamp dan kurangnya fasilitas kesehatan akan menjadi bencana. REUTERS/Khalil Ashawi

    Pengungsi Suriah mengemas barang-barang mereka ke atas kendaraan ketika mereka kembali ke rumah mereka, di Dayr Ballut, Suriah, 11 April 2020. Hingga saat ini belum ada kasus virus corona di kamp pengungsian, namun mereka mengkhawatirkan kondisi kamp dan kurangnya fasilitas kesehatan akan menjadi bencana. REUTERS/Khalil Ashawi

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim investigasi kejahatan perang PBB pada Selasa, 14 September 2021, mengungkap Suriah masih belum aman jika para pengungsi Suriah hendak kembali. Hal itu berkaca pada kejahatan dan pelanggaran HAM, yang terdokumentasi, termasuk penahanan sewenang-wenang oleh tentara Suriah.

    Komisi PBB untuk Suriah mengatakan secara keseluruhan situasi semakin suram, masih ada permusuhan di sejumlah area yang diselimuti perpecahan. Bukan hanya itu, ekonomi Suriah juga lumpuh, air di sungai-sungai kering dan naiknya serangan oleh militan-militan Islamic State (ISIS).

    “Selama 10 tahun terakhir, partai-partai yang berkonflik terus melakukan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan serta pelanggaran HAM warga Suriah,” kata Kepala Komisi investigasi kejahatan perang PBB, Paulo Pinheiro.

    Anak-anak pengungsi Suriah menaiki kendaraan untuk kembali ke rumah mereka, karena takut akan wabah penyakit virus corona (COVID-19) di kamp-kamp pengungsian yang padat, di Dayr Ballut, Suriah, 11 April 2020. REUTERS/Khalil Ashawi

    Pinheiro menegaskan perang terhadap warga sipil Suriah masih berlanjut. Dengan begitu, masih sulit bagi mereka untuk mendapatkan keamanan atau tempat aman di Suriah.

    Insiden – insiden penahanan sewenang-wenang dan tanpa komunikasi oleh tentara Suriah terus berlanjut

    Perang sipil Suriah, yang ingin mendongkel pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad, telah menjadi krisis pengungsi terbesar di dunia. Negara-negara tetangga Suriah menampung hampir 5,6 juta pengungsi Suriah. Sedangkan negara-negara Eropa menampung lebih dari 1 juta pengungsi. Di sejumlah negara, pengungsi telah mendapat tekanan agar pulang ke negara asal.

    Baca juga: 2.086 Warga Maybrat Papua Mengungsi Setelah TPNPB Serang Koramil

       

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.