Iran Reshuffle Pejabat di Kementerian Luar Negeri

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abbas Araqchi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran yang pernah terlibat dalam negosiasi nuklir Iran dengan negara-negara Barat pada 2015. Sumber: Reuters

    Abbas Araqchi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran yang pernah terlibat dalam negosiasi nuklir Iran dengan negara-negara Barat pada 2015. Sumber: Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Iran pada Selasa, 14 September 2021, menunjuk Ali Bagheri Kani seorang diplomat senior untuk menduduki jabatan sebagai Wakil Menteri di Kementerian Luar Negeri Iran. Posisi ini tadinya diisi oleh Abbas Araqchi.

    Dalam politik Iran, Araqchi dikenal sebagai sosok diplomat yang pragmatis dan kepala negosiator perundingan nuklir Iran pada 2015 dengan negara-negara kekuatan dunia.

    Dalam pemberitaan media setempat, tidak disebutkan alasan pergantian jabatan itu. Bagheri mengisi posisi Wakil Menteri Luar Negeri Iran bidang politik.

    Sosoknya dikenal sebagai negosiator yang pernah tampil dalam perundingan nuklir Iran dengna negara-negara Barat saat Iran dipimpin oleh mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad pada 2007 – 2013. Bagheri juga masih punya pertalian darah dengan Pemimpin Iran tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei.   

    Sebelumnya pada bulan lalu, Hossein Amirabdollahian, dipilih menjadi Menteri Luar Negeri Iran. Amirabdollahian adalah diplomat Iran yang dikenal anti-Barat.

    Bukan hanya itu, Tehran juga menunjuk Mohammad Fathali sebagai Wakil Menteri Luar Negeri Iran bidang administratif dan keuangan. Adapun Mehdi Safari dipercaya duduk sebagai Wakil Menteri Luar Negeri Iran bidang diplomasi ekonomi.

        

    Baca juga: Ada Konsekuensi Reshuffle di Balik Keputusan Jokowi Melebur Kemenristek

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.