Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pemimpin Lebanon Sepakat Pemerintahan Baru untuk Selamatkan Negara dari Krisis

Reporter

image-gnews
Perdana Menteri Lebanon yang ditunjuk, Najib Mikati, berbicara setelah bertemu dengan Presiden Libanon Michel Aoun, di istana kepresidenan di Baabda, Lebanon, 16 Agustus 2021. [Dalati Nohra/Handout via REUTERS]
Perdana Menteri Lebanon yang ditunjuk, Najib Mikati, berbicara setelah bertemu dengan Presiden Libanon Michel Aoun, di istana kepresidenan di Baabda, Lebanon, 16 Agustus 2021. [Dalati Nohra/Handout via REUTERS]
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Para pemimpin Lebanon menyetujui pemerintahan baru yang dipimpin oleh pengusaha Muslim Sunni Najib Mikati pada Jumat setelah setahun perselisihan politik di tengah krisis ekonomi, dan untuk membuka jalan bagi dimulainya kembali pembicaraan dengan IMF.

Terobosan itu menyusul serangkaian kontak dengan Prancis, yang telah memimpin upaya untuk membuat para pemimpin Lebanon yang terpecah belah untuk menyetujui kabinet dan memulai reformasi sejak bencana ledakan pelabuhan Beirut tahun lalu, kata sumber-sumber politik senior Lebanon, dilaporkan Reuters, 11 September 2021.

Tidak ada komentar resmi segera dari kementerian luar negeri Prancis tentang perkembangan di Lebanon.

Namun, satu sumber diplomatik Prancis mengatakan Paris telah memainkan peran konstruktif dalam menyatukan pemerintah, meskipun sumber itu mengakui ada beberapa skeptisisme mengenai apakah Mikati akan dapat melaksanakan reformasi yang diperlukan.

Dalam komentar yang disiarkan televisi, mata Najib Mikati berlinang air mata saat ia menggambarkan kesulitan dan emigrasi yang ditimbulkan oleh krisis Lebanon, yang telah memaksa tiga perempat penduduk Lebanon jatuh miskin.

Krisis Lebanon menjadi ancaman terbesar bagi stabilitas sejak perang saudara 1975-1990, dan mencapai titik kritis bulan lalu ketika kekurangan bahan bakar membuat sebagian besar negara terhenti, memicu banyak insiden keamanan dan menambah kekhawatiran Barat.

Untuk mengamankan bantuan asing, pemerintah harus berhasil memberlakukan reformasi untuk mengatasi akar penyebab krisis, termasuk korupsi negara, yang gagal dilakukan pemerintahan sebelumnya.

Pemilihan parlemen dijadwalkan musim semi mendatang dan Mikati mengatakan ini harus dilakukan tepat waktu.

Mikati dan Presiden Michel Aoun, seorang Kristen Maronit, menandatangani dekrit pembentukan pemerintahan di hadapan Nabih Berri, ketua parlemen Muslim Syiah.

Mantan perdana menteri Lebanon, Saad al-Hariri dan Najib Mikati saling menyapa di Beirut, Lebanon 25 Juli 2021. [Dalati Nohra/Handout via REUTERS]

Najib Mikati mengatakan politik yang memecah belah harus dikesampingkan dan dia tidak dapat terlibat dalam pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional jika dia menghadapi oposisi di dalam negeri.

Dia berjanji untuk mencari dukungan dari negara-negara Arab, beberapa di antaranya telah menghindari Lebanon karena pengaruh luas yang dimiliki di Beirut oleh kelompok Islam Syiah yang didukung Iran, Hizbullah, yang bersekutu dengan Aoun.

Mengatasi kesulitan sehari-hari, Mikati menggambarkan bagaimana para ibu terpaksa mengurangi susu untuk anak-anak mereka.

"Jika putra sulung seorang ibu meninggalkan negara dan dia berlinang air mata, dia tidak dapat membeli pil Panadol," kata Mikati mengacu pada kekurangan obat-obatan.

Tetapi Lebanon tidak mampu lagi mensubsidi barang-barang seperti bahan bakar impor karena negara itu tidak memiliki cadangan mata uang yang cukup, katanya.

Aoun mengatakan pemerintah adalah yang terbaik yang bisa disepakati dan melakukan semampunya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Seperti kabinet Perdana Menteri Hassan Diab yang akan keluar, kabinet baru terdiri dari menteri-menteri dengan keahlian teknis yang bukan politisi terkemuka, tetapi telah ditunjuk oleh partai-partai utama.

Pemerintah Diab gagal memberlakukan reformasi besar apa pun yang dicari oleh donor asing, tugas yang diperumit oleh perlawanan dari pemain utama dalam politik sektarian dan faksi Lebanon.

"Saya pikir (Mikati) memiliki peluang 50-50 untuk mencapai apa pun, apakah Anda melihatnya dalam hal program dengan IMF atau bantuan dari negara-negara Arab," kata ekonom Toufic Gaspard, yang telah menjadi penasihat IMF dan Kementerian Keuangan Lebanon.

Mendapatkan dukungan dari negara-negara Arab seperti Arab Saudi akan bergantung pada menghadapi pengaruh Hizbullah, sementara mengamankan program IMF akan membutuhkan reformasi yang gagal dilakukan oleh pemerintah sebelumnya.

"Ini adalah permainan politik yang sangat rumit. Ini tidak akan mudah," katanya.

Youssef Khalil, pejabat senior bank sentral dan pembantu gubernur Riad Salameh, diangkat menjadi menteri keuangan.

Hizbullah, yang ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat, menunjuk dua dari 24 menteri.

Krisis, yang memuncak pada akhir 2019, berasal dari puluhan tahun korupsi di negara bagian dan pembiayaan yang tidak berkelanjutan.

Najib Mikati adalah perdana menteri ketiga yang ditunjuk untuk mencoba membentuk pemerintahan sejak Hassan Diab mundur setelah ledakan pelabuhan.

Mikati ditunjuk setelah Saad al-Hariri, mantan perdana menteri, menolak meneruskan pencalonan.

Hariri saling menyalahkan atas kegagalan tersebut dengan Aoun. Musuh politik presiden menuduh dia dan partai politiknya mencari hak veto yang efektif dalam pemerintahan baru dengan menuntut sepertiga kursi. Aoun telah membantahnya berulang kali.

Najib Mikati mengatakan kepada media Lebanon pada hari Jumat bahwa pemerintah tidak mencari sepertiga pemblokiran atau hak veto.

Baca juga: Jadi Tumpuan Menyelamatkan Lebanon dari Krisis, Siapa Sosok Najib Mikati?

REUTERS

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Warga AS Terluka akibat Roket Hizbullah Saat Latih Militer Israel

5 hari lalu

Roket yang diluncurkan dari Lebanon ke Israel melewati perbatasan, di tengah permusuhan lantara Hizbullah dan pasukan Israel, di sisi Israel 27 Juni 2024. REUTERS/Ayal Margolin
Warga AS Terluka akibat Roket Hizbullah Saat Latih Militer Israel

Seorang warga negara Amerika Serikat dilaporkan terluka akibat tembakan roket Hizbullah di Israel utara yang berbatasan dengan Lebanon.


Hizbullah Tegaskan Hamas akan Berperan Penting di Palestina Pascaperang

8 hari lalu

Pendukung pemimpin Hizbullah Lebanon Sayyed Hassan Nasrallah memberi isyarat saat Narallah memberikan pidato di televisi selama rapat umum di pinggiran selatan Beirut, Lebanon 13 Mei 2024. REUTERS/Mohamed Azakir/
Hizbullah Tegaskan Hamas akan Berperan Penting di Palestina Pascaperang

Hizbullah mengatakan Hamas akan memainkan peran penting dalam arena perpolitikan Palestina bila kondisi perang telah berakhir di Jalur Gaza


Pemimpin Hizbullah Bertemu Delegasi Hamas, Membahas Konflik Gaza

9 hari lalu

Pemimpin Hizbullah Lebanon Sayyed Hassan Nasrallah muncul di layar saat ia berbicara kepada para pendukungnya dalam upacara untuk menghormati pejuang yang tewas dalam eskalasi baru-baru ini dengan Israel, di pinggiran selatan Beirut, Lebanon 3 November 2023. REUTERS/Mohamed Azakir
Pemimpin Hizbullah Bertemu Delegasi Hamas, Membahas Konflik Gaza

Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah bertemu dengan delegasi Hamas yang dipimpin oleh wakil ketua di Gaza, Khalil Al-Hayya


Serangan Israel ke Selatan Lebanon Diklaim Menewaskan Komandan Hizbullah Mohammed Nasser

10 hari lalu

Roket yang diluncurkan dari Lebanon ke Israel melewati perbatasan, di tengah permusuhan lantara Hizbullah dan pasukan Israel, di sisi Israel 27 Juni 2024. REUTERS/Ayal Margolin
Serangan Israel ke Selatan Lebanon Diklaim Menewaskan Komandan Hizbullah Mohammed Nasser

Serangan Israel di selatan Lebanon diklaim menewaskan seorang komandan Hizbullah bernama Mohammed Nasser. Amerika memperingatkan deskalasi.


Iran Ancam Israel Jika Menyerang Lebanon: Front Perlawanan Regional akan Dikerahkan!

14 hari lalu

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bertemu dengan pemimpin tertinggi kelompok Palestina Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran, Iran 21 Juni 2023. Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/WANA/ File Foto
Iran Ancam Israel Jika Menyerang Lebanon: Front Perlawanan Regional akan Dikerahkan!

Iran pada Sabtu memperingatkan bahwa "semua Front Perlawanan," sebuah kelompok yang terdiri atas Iran dan sekutu regionalnya, akan menghadapi Israel


Bahrain Desak PBB Keluarkan Resolusi Gencatan Senjata di Lebanon

14 hari lalu

Intersepsi roket yang diluncurkan dari Lebanon ke Israel melewati perbatasan, di tengah permusuhan lintas batas yang sedang berlangsung antara Hizbullah dan pasukan Israel, menutup perbatasan Israel dengan Lebanon, di sisi Israel, 27 Juni 2024. Dalam sebuah pernyataan, militer Israel mengatakan ada 35 peluncuran roket yang telah diidentifikasi berasal dari Lebanon. REUTERS/Ayal Margolin
Bahrain Desak PBB Keluarkan Resolusi Gencatan Senjata di Lebanon

Otoritas Bahrain pada Sabtu mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengeluarkan resolusi gencatan senjata di Lebanon


Lebanon Desak Solidaritas Dunia Hadapi Ancaman Perang dari Israel

14 hari lalu

Orang-orang berjalan di luar bandara internasional Beirut, di Beirut, Lebanon, 23 Juni 2024. Reuters
Lebanon Desak Solidaritas Dunia Hadapi Ancaman Perang dari Israel

Dalam beberapa hari terakhir, beberapa negara mengeluarkan peringatan kepada warga negaranya untuk meninggalkan atau menghindari perjalanan ke Lebanon


7 Negara Desak Warganya Tinggalkan Lebanon, Khawatir Perang dengan Israel

14 hari lalu

Roket yang diluncurkan dari Lebanon ke Israel melewati perbatasan, di tengah permusuhan lantara Hizbullah dan pasukan Israel, di sisi Israel 27 Juni 2024. REUTERS/Ayal Margolin
7 Negara Desak Warganya Tinggalkan Lebanon, Khawatir Perang dengan Israel

5 negara lainnya, termasuk AS, Inggris, Yordania, Rusia, Irlandia, menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke Lebanon


Liga Arab Keluarkan Hizbullah dari Daftar Organisasi Teroris

14 hari lalu

Pria memegang bendera Hizbullah dan Palestina saat pendukung Hizbullah melakukan protes solidaritas dengan warga Palestina di Gaza, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, di Beirut, Lebanon, 27 Oktober 2023. REUTERS/Amr Alfiky/File Foto
Liga Arab Keluarkan Hizbullah dari Daftar Organisasi Teroris

Pada 11 Maret 2016, Liga Arab mengklasifikasikan Hizbullah sebagai "organisasi teroris," meski menuai keberatan dari Lebanon dan Irak


Israel Incar Starlink Milik Elon Musk jika Perang dengan Hizbullah

17 hari lalu

Layanan internet Starlink dari SpaceX terdiri dari ground terminal (kanan) dan antena untuk internet satelit kecepatan tinggi. Dok.SpaceX
Israel Incar Starlink Milik Elon Musk jika Perang dengan Hizbullah

Israel ingin menggunakan Starlink milik Elon Musk untuk menjaga konektivitas Internet jika ada potensi perang habis-habisan dengan Hizbullah