Top 3 Dunia: Pernyataan Paus Fransiskus soal Taurat Hingga Bandara Kabul Dibuka

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus mengadakan audiensi umum mingguan di Audience Hall Paulus VI di Vatikan, 11 Agustus 2021. [REUTERS/Guglielmo Mangiapane/File Photo]

    Paus Fransiskus mengadakan audiensi umum mingguan di Audience Hall Paulus VI di Vatikan, 11 Agustus 2021. [REUTERS/Guglielmo Mangiapane/File Photo]

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga berita terpopuler dunia sepanjang Jumat, 10 September 2021, di antaranya rabi senior Israel mengkritik pernyataan Paus Fransiskus tentang kitab Taurat, Taliban memerintahkan bank membekukan rekenang mantan pejabat Afghanistan, dan penerbangan Qatar Airways menandai dibukanya kembali bandara Kabul untuk penerbangan komersial.

    Tiga berita internasional di atas dirangkum dalam Top 3 Dunia berikut.

    1. Rabi Israel Kritik Pernyataan Paus Fransiskus Tentang Taurat

    Vatikan menepis kritik dari para rabi senior Israel atas pernyataan Paus Fransiskus tentang kitab Taurat yang dilontaran Agustus kemarin selama audiensi umum.

    Rabi Rasson Arousi, yang bertanggung jawab atas hubungan Kepala Rabbinat Israel dengan Vatikan, telah menulis surat keras kepada Vatikan di mana dia mengatakan komentar Fransiskus pada audiensi umum pada 11 Agustus tampaknya menyebut Taurat, atau hukum Yahudi, sudah usang, Reuters melaporkan bulan lalu.

    Selama audiensi umum 11 Agustus, Paus Franiskus mengatakan, "Hukum Taurat Yahudi tidak memberi kehidupan, tidak menawarkan pemenuhan janji karena tidak mampu memenuhinya. Hukum itu adalah sebuah perjalanan, sebuah perjalanan yang menuntun menuju sebuah perjumpaan...Mereka yang mencari kehidupan perlu melihat pada janji dan pemenuhannya di dalam Kristus."

    Menanggapi kritikan ini, Vatikan melalui Kardinal Kurt Koch dari departemen Vatikan yang mencakup hubungan agama dengan Yahudi, mengatakan komentar Sri Paus dalam homili tentang tulisan-tulisan Santo Paulus tidak boleh diekstrapolasi dari konteks zaman kuno dan tidak ada kaitannya dengan orang-orang Yahudi saat ini. Untuk mengetahui berita selengkapnya, silakan baca di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.