Menteri COVID-19 Taro Kono Umumkan Pencalonan Sebagai PM Jepang Pekan Ini

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taro Kono.[REUTERS]

    Taro Kono.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Vaksinasi COVID-19 Jepang Taro Kono dikabarkan bakal mendeklarasikan pencalonan dirinya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat Liberal (LDP) dan PM Jepang pada pekan ini. Jika tidak ada halangan, deklarasi formal disampaikan pada Jumat esok, 10 September 2021.

    Deklarasi itu akan menjadikan Kono sebagai calon ketua LDP dan PM Jepang ketiga, menggantikan Yoshihide Suga. Pemilihan umum untuk kedua posisi itu sendiri akan digelar pada 29 September nanti.

    Diberitakan sebelumnya, Suga mengundurkan diri dari posisinya pada Agustus lalu. Keputusan itu ia ambil usai menerima berbagai tekanan soal buruknya penanganan pandemi COVID-19 di Jepang. Ia juga beberapa kali disorot terkait keputusannya mendorong pelaksanaan Olimpiade Tokyo di tengah pandemi COVID-19.

    Adapun Kono, dalam survei popularitas yang digelar oleh TV Asahi, memegang posisi tertinggi untuk calon PM Jepang. Ketika hasil survei itu dirilis, Kono belum memutuskan akan maju sebagai calon ketua LDP dan PM Jepang dengan alasan ada beberapa tanggung jawab yang harus ia pikirkan dan tuntaskan.

    "Jika saya ingin maju, saya akan melakukannya apabila hal tersebut tidak bertabrakan dengan tanggung jawab saya saat ini, termasuk vaksinasi yang belum mencapai separuh populasi Jepang," ujar Taro Kono, Senin kemarin.

    DI LDP, Kono juga mendapatkan dukungan dari berbagai simpatisan akar rumput partai itu. Bahkan, salah saty kandidat PM Jepang, mantan Menteri Pertahanan Shigeru Ishiba, mempertimbangkan untuk mendukung Kono jika kansnya untuk menang kecil.

    Jika Ishiba memutuskan untuk mendukung, maka kans Kono untuk menang kian besar. Pada tahun 2012, Ishiba sempat memepet Shinzo Abe dalam perebutan posisi PM Jepang dan ketua umum LDP. Ia kalah dalam perhitungan suara di parlemen. Mengacu pada aturan yang berlaku di Jepang, jika hasil pemugutan suara untuk dua calon terlalu dekat selisihnya, maka akan ada voting lanjutan di parlemen.

    Baca juga: Yoshihide Suga Akan Mundur, Ini 4 Kandidat Terkuat Calon Perdana Menteri Jepang

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.