Wartawan Afghanistan Dipukuli Taliban

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wartawan televisi. shutterstock.com

    Ilustrasi wartawan televisi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Foto-foto wartawan Afghanistan yang memar dipukuli oleh militan kelompok Taliban, telah menimbulkan keresahan global. Mereka mempertanyakan kemampuan kelompok garis keras tersebut dalam melindungi HAM dan menjamin kebebasan pers dalam pemerintahan Afghanistan yang baru.

    Wartawan Afghanistan Taqi Daryabi dan Nematullah Naqdi dilaporkan menjadi korban pemukulan oleh Taliban setelah melakukan peliputan berita unjuk rasa yang dilakukan oleh perempuan Afghanistan di area Kart-e-Char, wilayah barat Ibu Kota Kabul pada Rabu, 8 September 2021.

      

    Yang terjadi kemudian, Daryabi - editor video dan Naqdi - reporter, diculik oleh militan Taliban dan ditempatkan di dua ruangan berbeda. Mereka lalu dipukuli dan disiksa.

      

    “Kami sudah mengatakan pada mereka bahwa kami ini wartawan, namun mereka tidak peduli. Saya pikir mereka akan membunuh kami, tetapi mereka terus mengolok-olok kami ,” kata Naqdi seperti dikutip dari LA Times.  

    Pemberitaan LA Times menyebut, Taliban telah menghentikan koresponden asing dari kegiatan mengambil gambar dari unjuk rasa tersebut. Namun mereka hanya dipaksa untuk meninggalkan area demonstrasi.

    LA Times juga mewartakan ada tiga wartawan, yang juga mengalami penculikan. Salah satunya adalah Kepala Pemberitaan lokal Euronews, yakni media yang berkantor pusat di Prancis. Namun dia sudah dibebaskan dalam kondisi selamat.

    Baca juga: Koresponden Reuters Dideportasi Lebanon

    Sumber: NDTV


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.