Taliban Melarang Wanita Berolahraga, Dianggap Tak Penting

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah perempuan di Kota Herat, Afghanistan, berlajar menulis kode digital untuk membuat game digital moderen. Daily Times.

    Sejumlah perempuan di Kota Herat, Afghanistan, berlajar menulis kode digital untuk membuat game digital moderen. Daily Times.

    TEMPO.CO, JakartaTaliban menyatakan melarang kaum perempuan bermain kriket ataupun olahraga lainnya. Dalam wawancara eksklusif dengan SBS News, wakil ketua komisi kebudayaan Taliban, Ahmadullah Wasiq, mengatakan bahwa olahraga bukan sesuatu yang penting bagi perempuan.

    "Saya tidak berpikir perempuan akan diizinkan bermain kriket karena perempuan tidak harus bermain kriket," kata Wasiq.

    “Dalam kriket, wajah dan tubuh mereka kemungkinan tidak akan ditutup. Islam tidak mengizinkan wanita terlihat seperti ini," ujarnya.

    Dia menambahkan selain itu di era media saat ini, foto-foto dan video wanita tak menutup wajah saat berolahraga akan tersebar. "Ini adalah era media, dan akan ada foto dan video, dan kemudian orang-orang menontonnya. Islam dan Imarah Islam tidak mengizinkan perempuan bermain kriket atau olahraga yang mengekspos mereka," katanya.

    Bulan lalu, Wasiq menyatakan Taliban mengizinkan tim kriket putra untuk melakukan perjalanan ke Australia untuk pertandingan uji coba di Hobart akhir tahun ini. Namun komentar terakhirnya membuat pertandingan dan masa depan tim kriket pria Afghanistan diragukan.

    Pada November 2020, 25 pemain kriket wanita terikat kontrak dengan Dewan Kriket Afghanistan. Hingga kini atlet kriket wanita tersebut masih menerima bayaran.

    Dewan Kriket Internasional atau ICC mewajibkan 12 anggota penuhnya untuk memiliki tim nasional wanita dan hanya anggota penuh yang diizinkan melakukan pertandingan uji coba.

    Ihwal potensi ICC membatalkan pertandingan uji coba di Australia, Wasiq mengatakan Taliban tidak akan berkompromi. “Kami telah berjuang untuk agama agar Islam dianut. Kami tidak akan melanggar nilai-nilai Islam bahkan jika itu membawa reaksi yang berlawanan. Kami tidak akan meninggalkan aturan Islam kami,” kata Wasiq.

    Dia mengatakan Islam mengizinkan wanita untuk pergi keluar atas dasar kebutuhan seperti berbelanja. Olahraga bukan dianggap sebagai kebutuhan.

    "Dalam kriket dan olahraga lainnya, wanita tidak akan mendapatkan aturan berpakaian Islami. Jelas bahwa mereka akan diekspos dan tidak akan mengikuti aturan berpakaian, dan Islam tidak mengizinkan itu."

    Baca: Top 3 Dunia, dari serangan Taliban ke Lembah Panjshir ke Vaksinasi Berbayar

    SBS.COM.AU | NPR.ORG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.