7 Poin Kudeta Presiden Guinea Alpha Conde

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Guinea diguncang kudeta, yang dilakukan pasukan khusus Guinea terhadap Presiden Alpha Conde pada Minggu, 5 September 2021. Presiden Conde, 83 tahun, di tahan dan keberadaannya belum diketahui. Sedangkan kabinetnya sudah dibubarkan.

    Apa latarbelakang pemicu kudeta ini dan bagaimana reaksi dunia atas kudeta ini, berikut fakta-faktanya:

    1. Conde memenangkan masa jabatan Presiden untuk ketiganya pada Oktober 2020 setelah mengubah konstitusi yang memungkinkan dia terpilih lagi. Amandemen undang-undang dasar itu memicu protes keras dari oposisi.
    1. Dukungan pada Conde makin berkurang setelah pemerintah meningkatkan pajak secara signifikan untuk mengisi kembali kas negara dan menaikkan harga bahan bakar sebesar 20 persen.

    Mamady Doumbouya yang memimpin kudeta di Guinea, Afrika Barat, Minggu, 5 September 2021, (Youtube/Africaitv45)

    1. Kudeta dipimpin oleh Mamady Doumbouya, yang seorang mantan tentara.
    1. Doumbouya sudah menjanjikan pembentukan pemerintahan transisi, namun tidak disebutkan kapan tanggal pembentukan pemerintah yang baru itu, siapa yang akan memimpin Guinea sementara atau kapan pemilu yang demokrastis akan diselenggarakan
    1. Alexis Arieff, dari Layanan Riset Kongres Amerika Serikat, mengatakan bahwa, meski pemberontakan dan kudeta bukanlah hal baru di Afrika Barat, kawasan itu telah mengalami "kemerosotan besar demokrasi" dalam beberapa tahun terakhir.  Conde, sebagaimana Presiden Pantai Gading, telah mengubah konstitusi untuk memperpanjang masa kepresidenan mereka pada tahun lalu sedangkan Mali telah mengalami dua kudeta militer dan Chad sekali.
    2. Guinea mencatat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan selama Conde berkuasa berkat kekayaan bauksit, bijih besi, emas, dan berlian.
    1. Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, PBB, Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS) mengecam kudeta terhadap Conde

    Baca juga: Top 3 Dunia, dari Klaim Kemenangan Taliban di Panjshir dan Kudeta di Guinea


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.