Antony Blinken Bantah Taliban Larang Warga Amerika Tinggalkan Afghanistan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengadakan konferensi pers bersama di Kementerian Luar Negeri di Doha, Qatar, 7 September 2021. [Olivier Douliery/Pool via REUTERS]

    Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengadakan konferensi pers bersama di Kementerian Luar Negeri di Doha, Qatar, 7 September 2021. [Olivier Douliery/Pool via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada Selasa membantah laporan Taliban telah memblokir orang Amerika yang mencoba terbang keluar dari kota Afghanistan utara.

    Namun Blinken mengatakan Taliban tidak mengizinkan penerbangan carter untuk berangkat karena beberapa orang tidak memiliki dokumen perjalanan yang valid.

    Laporan telah muncul selama beberapa hari terakhir bahwa 1.000 orang, termasuk orang Amerika, telah terjebak di bandara Mazar-i-Sharif selama berhari-hari menunggu izin untuk penerbangan carter mereka untuk berangkat, menurut laporan Reuters, 7 September 2021.

    Salah satu koordinator penerbangan menyalahkan penundaan itu pada Departemen Luar Negeri AS, sebuah kritik yang disuarakan oleh beberapa Partai Republik yang telah meminta Deplu untuk berbuat lebih banyak untuk memfasilitasi penerbangan carter.

    Seorang pria Afghanistan mengambil gambar pesawat komersial yang tiba dari Kandahar di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan 5 September 2021. Pembukaan kembali bandara menjadi penting kerna menjadi penghubung dengan dunia luar dan di seluruh wilayah pegunungan Afghanistan telah menjadi prioritas tinggi bagi Taliban. REUTERS/Stringer

    Dalam konferensi pers di Qatar, Blinken mengatakan Washington telah mengidentifikasi sejumlah kecil orang Amerika yang berusaha meninggalkan Mazar-i-Sharif.

    Tetapi salah satu tantangan utama di sekitar penerbangan carter yang mencoba untuk berangkat adalah beberapa orang tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah yang secara efektif menghalangi keberangkatan seluruh kelompok, katanya.

    "Dan pemahaman saya adalah bahwa Taliban tidak menolak keluar dari siapa pun yang memegang dokumen yang sah, tetapi mereka mengatakan mereka yang tidak memiliki dokumen yang sah, pada titik ini, tidak dapat pergi," kata Antony Blinken, dikutip dari Reuters.

    "Karena semua orang ini dikelompokkan bersama, itu berarti penerbangan belum diizinkan untuk pergi," katanya.

    Antony Blinken menambahkan bahwa Taliban menjunjung tinggi komitmen mereka untuk mengizinkan orang Amerika dengan dokumen perjalanan yang sah untuk pergi.

    Baca juga: Taliban Lepas Tembakan ke Udara Bubarkan Pengunjuk Rasa di Bandara Kabul

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.