Konservatif Anjlok, Angela Merkel Peringatkan Pemilih Akan Pemerintahan Kiri

Reporter

Kanselir Jerman Angela Merkel berbicara saat konferensi pers tentang virus Corona di Berlin, Jerman, 11 Maret 2020. [REUTERS / Axel Schmidt]

TEMPO.CO, Jakarta - Kanselir Angela Merkel memohon kepada pemilih Jerman pada hari Selasa agar memilih calon penggantinya Armin Laschet pada pemilu bulan ini, ketika jajak pendapat menunjukkan dukungan untuk partai konservatif mereka merosot ke titik terendah sepanjang masa.

Jajak pendapat Forsa untuk RTL/n-tv menempatkan dukungan untuk Sosial Demokrat (SPD) kiri-tengah sebesar 25%, memperpanjang keunggulan mereka atas blok konservatif CDU/CSU pimpinan Merkel, yang turun 2 poin dari minggu sebelumnya menjadi 19%, dikutip dari Reuters, 7 September 2021.

N-tv mengatakan penurunan dukungan terhadap CDU/CSU adalah yang terendah sepanjang masa.

SPD hanya memimpin jajak pendapat bulan lalu setelah 16 tahun kepemimpinan kanan-tengah yang stabil di bawah Merkel.

Angela Merkel berencana untuk mundur setelah pemungutan suara.

"Warga memiliki pilihan dalam beberapa hari: apakah pemerintah yang menerima dukungan dari partai Linke (sayap kiri) dengan SPD dan Partai Hijau, atau setidaknya menolaknya," kata Merkel kepada anggota parlemen di majelis rendah Jerman, Bundestag.

"...atau pemerintah federal yang dipimpin oleh CDU dan CSU dengan Armin Laschet sebagai kanselir - pemerintah federal yang memimpin negara kita ke masa depan dengan moderat," ujar Merkel, yang kemungkinan merupakan pidato terakhirnya di Bundestag.

Gubernur Negara Bagian Rhine-Westphalia Utara, pemimpin Uni Demokratik Kristen (CDU) dan kandidat kanselir, Armin Laschet, memberi isyarat selama konferensi pers, setelah pertemuan dengan pimpinan partai CDU di Berlin, Jerman 30 Agustus 2021. John MacDougall/Pool via REUTERS

Setelah kehilangan keunggulan mereka dalam jajak pendapat, kubu konservatif semakin menggunakan peringatan akan ada pemerintahan yang condong ke kiri di bawah koalisi yang dipimpin SPD, sebagai slogan kampanye mereka.

Partai sayap kiri Linke pada Senin mengajukan diri mereka sebagai calon mitra koalisi untuk SPD dan Partai Hijau, yang keduanya tidak nyaman dengan aliansi merah-hijau-merah seperti itu.

Kandidat kanselir SPD, Olaf Scholz, telah berulang kali menjauhkan diri dari Linke, menyebut partai itu tidak layak untuk pemerintah selama tidak secara jelas berkomitmen pada aliansi militer NATO, kemitraan trans-Atlantik dengan Amerika Serikat dan keuangan publik yang solid.

Merkel mengatakan Laschet akan memimpin pemerintahan yang stabil dan mengambil sikap tengah. "Pemerintahan itulah yang dibutuhkan Jerman," kata Merkel.

Tetapi Laschet gagal meyakinkan pemilih yang khawatir tentang perubahan iklim, imigrasi, dan pandemi COVID-19.

"Sebuah awal baru diperlukan, dan saya berharap dan saya yakin itu akan berhasil," kata Olaf Scholz berbicara setelah Angela Merkel kepada Bundestag.

Baca juga: Merebut Kursi Kanselir Jerman: Partai Sosial Demokrat Ungguli CDU Angela Merkel

REUTERS






Hari Hewan Sedunia, Begini Kilas Balik Penetapan di 4 Oktober

1 hari lalu

Hari Hewan Sedunia, Begini Kilas Balik Penetapan di 4 Oktober

Peringatan Hari Hewan Sedunia tahunan ini untuk merayakan hak dan kesejahteraan hewan di seluruh dunia.


Polandia Resmi Ajukan Tuntutan Ganti Rugi Perang Dunia II Rp19 Ribu Triliun terhadap Jerman

1 hari lalu

Polandia Resmi Ajukan Tuntutan Ganti Rugi Perang Dunia II Rp19 Ribu Triliun terhadap Jerman

Kemlu Polandia juga mengatakan masalah ganti rugi ini akan dibahas dalam kunjungan Menlu Jerman Annalena Baerbock ke Warsawa hari ini


Sejarah Dunia Hari Ini di 1990: Bersatunya Lagi Jerman Timur dan Jerman Barat

2 hari lalu

Sejarah Dunia Hari Ini di 1990: Bersatunya Lagi Jerman Timur dan Jerman Barat

Beberapa generasi orang Jerman mengalami trauma dan mengingat kehidupan Jerman Timur dikelola oleh Uni Soviet dan Jerman Barat oleh Sekutu.


Update Bocor Gas Metan Nord Stream : Bencana Gas Rumah Kaca dan Sabotase

3 hari lalu

Update Bocor Gas Metan Nord Stream : Bencana Gas Rumah Kaca dan Sabotase

Perkiraan terburuknya, kebocoran mencapai 778 juta meter kubik gas yang menyembur dari kedua pipa Nord Stream.


Jerman Ingin Kirim Sistem Pertahanan Udara IRIS-T ke Ukraina

3 hari lalu

Jerman Ingin Kirim Sistem Pertahanan Udara IRIS-T ke Ukraina

Menteri Pertahanan Jerman mengutarakan rencana pihaknya yang akan mengirimkan satu dari empat sistem pertahanan udara IRIS-T ke Ukraina.


Top 3 Dunia: Pengakuan Putin, Sultan Sulu Versus Malaysia, dan Krisis Energi Jerman

4 hari lalu

Top 3 Dunia: Pengakuan Putin, Sultan Sulu Versus Malaysia, dan Krisis Energi Jerman

Berita Top 3 Dunia soal Putin akui kesalahan perekrutan wamil, Sultan Sulu gugat Malaysia, dan Jerman anggarkan Rp2,9 kuadriliun untuk krisis energi


Atasi Harga Energi, Jerman Sahkan Paket Kebijakan Rp2,9 Ribu Triliun

5 hari lalu

Atasi Harga Energi, Jerman Sahkan Paket Kebijakan Rp2,9 Ribu Triliun

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengesahkan paket kebijakan sebesar 200 miliar euro atau sekitar Rp2,9 kuadriliun untuk melindungi industri dan rumah tangga dari dampak kenaikan harga energi.


Turki Marah dengan Ucapan Politikus Jerman Menghina Erdogan

7 hari lalu

Turki Marah dengan Ucapan Politikus Jerman Menghina Erdogan

Kubicki mengakui dia menyebut Presiden Erdogan dengan sebutan tikus got saat berpidato di sebuah kampanye


Politikus Jerman Sebut Erdogan Tikus Got, Turki Panggil Dubes Jerman

7 hari lalu

Politikus Jerman Sebut Erdogan Tikus Got, Turki Panggil Dubes Jerman

Wakil Ketua Parlemen Federal Jerman Wolfgang Kubicki dalam kampanye menyamakan Presiden Tayyip Erdogan dengan "tikus got kecil".


Top 3 Dunia: Unjuk Rasa Menolak Mobilisasi Militer Rusia ke Ukraina

8 hari lalu

Top 3 Dunia: Unjuk Rasa Menolak Mobilisasi Militer Rusia ke Ukraina

Top 3 dunia pada 26 September 2022, di antaranya mobilisasi militer Rusia ke Ukraina yang mendapat penolakan dari warganya sendiri.