Gareth Bale Minta Negara yang Suporternya Sering Rasis, Masuk Daftar Hitam

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rekasi pemain Timnas Wales, Gareth Bale, setelah gagal mengekesekusi penalti ke gawang Turki, REUTERS/Tolga Bozoglu

    Rekasi pemain Timnas Wales, Gareth Bale, setelah gagal mengekesekusi penalti ke gawang Turki, REUTERS/Tolga Bozoglu

    TEMPO.CO, JakartaGareth Bale, atlet sepak bola asal Inggris, pada Sabtu, 4 September 2021, menyerukan agar negara-negara yang fans sepak bolanya suka melakukan rasisme, negara itu dimasukkan saja ke daftar hitam sepak bola internasional. Seruan itu dicetuskan Bale setelah muncul laporan pelecehan ras yang dialami pemain sepak bola dari Inggris Raheem Sterling dan Jude Bellingham.

    Kejadian pelecehan rasisme yang dialami Sterling dan Bellingham terjadi saat mereka bertanding melawan Hungaria di Ibu Kota Budapest pada Kamis, 2 September 2021.

    Rasisme Menghantui Sepak Bola Rusia

    Sebelum pertandingan dimulai, para pemain Inggris dicemooh suporter Hungaria ketika mereka melakukan aksi berlutut, untuk memprotes rasisme.

    Kendati sudah meminta agar jangan ada rasisme, tindakan itu masih saja ada. Diantaranya, ketika Sterling dilempari gelas dan botol kertas saat mencetak gol pertama Inggris. Lalu sebuah suar dilempar ke lapangan saat Harry Maguire membuat tim tamu unggul 3-0.

    Bale juga menyoroti lamanya proses investigasi atas insiden – insiden pelecehan dan yang menuntut langkah nyata segera.

    “Saya tidak tahu apa yang bikin berat saat investigasi itu dilakukan. Namun hal termudah adalah ketika fans dari suatu negara terus melakukan itu, maka Anda melarang negara asal fans tersebut untuk bertanding,” kata Bale, 32 tahun.

          

    Menurut Bale, jika fans negara tersebut terus-terusan membuat gerakan yang menyebalkan, maka langkah terbaik adalah mengenyahkan mereka dengan cara membekukan sementara tim sepak bola dari negara itu, dari pertandingan. Dengan begitu, diharapkan fans-fans dari negara tersebut bisa belajar.

    FIFA sudah memproses sejumlah insiden yang terjadi di Ibu Kota Budapest Kamis lalu. Kejadian itu, dikecam oleh Asosiasi pemain sepak bola profesional dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

    Bale mengatakan para pemain di timnya sudah pasti mendapat dukungan penuh darinya jika memilih keluar lapangan sebagai bentuk respon pelecehan ras selama pertandingan sepak bola melawan Belarusia di Kazan.

    Baca juga: Katie Taylor, Mantan Pemain Timnas Sepak Bola yang Kini Jadi Juara Sejati Tinju

    Sumber: Reuter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...