Muhyiddin Yassin Ditunjuk Jadi Kepala Pemulihan Ekonomi dari Covid-19

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mundurnya Muhyiddin Yassin telah diprediksi berbagai pihak seiring dengan menyusutnya suara dukungan di parlemen. Awal Agustus ini, UMNO telah menarik dukungannya untuk Muhyiddin. REUTERS/Lim Huey Teng

    Mundurnya Muhyiddin Yassin telah diprediksi berbagai pihak seiring dengan menyusutnya suara dukungan di parlemen. Awal Agustus ini, UMNO telah menarik dukungannya untuk Muhyiddin. REUTERS/Lim Huey Teng

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin dipercaya untuk menjadi kepala satgas pemulihan ekonomi Malaysia dari pandemi Covid-19. Hal ini dikonfirmasi oleh kepala kabinet Malaysia, Sabtu, 4 September 2021.

    Sebelumnya Kabinet Malaysia pada Rabu, 1 September 2021, setuju untuk menunjuk Muhyiddin memimpin strategi pemulihan agar ekonomi Malaysia mencapai perekonomian terbaik dan memulihkan ekonomi masyarakat yang terdampak oleh pandemi Covid-19.

    “Penunjukkannya berdasarkan kepercayaan padanya (Muhyiddin),” demikian keterangan Kepala Kabinet Malaysia.

    Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin telah mengajukan pengunduran dirinya setelah 17 bulan menjabat pada, Senin, 16 Agustus 2021. Surat pengunduran dirinya telah diterima oleh Raja Malaysia. REUTERS

    Muhyiddin mengundurkan diri dari jabatan sebagai Perdana Menteri pada Agustus 2021. Keputusan itu diambil setelah dia kehilangan dukungan mayoritas dari parlemen Malaysia.

    Saat memimpin menjadi Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin dikritik karena dianggap salah kelola pandemi Covid-19. Dia menuai kritikan setelah angka infeksi virus corona menyentuh rekor tertinggi, padahal sudah lebih dari dua bulan Malaysia lockdown.

    Baca juga: PM Baru Malaysia Ajak Koalisi Kerjasama Tangani COVID-19    

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.