Jaksa Penuntut Selidiki Dugaan Suap Presiden Guatemala

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Guatemala, Alejandro Giammattei. Sumber: Yoni Kempinski/israelnationalnews.com

    Presiden Guatemala, Alejandro Giammattei. Sumber: Yoni Kempinski/israelnationalnews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa penuntut di Guatelama mulai melakukan sebuah investigasi atas tuduhan bahwa sejumlah pengusaha asal Rusia telah membayar uang suap kepada Presiden Alejandro Giammattei agar bisa mendapatkan salah satu dermaga di pelabuhan utama di Guatemala.

    Juan Luis Pantaleon, Juru bicara Kejaksaan Agung Guatemala, pada Jumat, 3 Agustus 2021, mengatakan jaksa penuntut anti-korupsi telah melakukan pembuktian. Namun Presiden Giammattei tidak berstatus dalam penyidikan karena proses pemakzulan belum dimulai.

    Patricia Letona, Juru bicara Presiden Giammattei, mengatakan kantor Kepresidenan Guatemala belum mau berkomentar mengenai hal ini.   

    Tuduhan suap pada Presiden Giammattei dicetuskan oleh Juan Francisco Sandoval, yang ketika itu menjabat sebagaiKepala Jaksa Penuntut untuk Melawan Impunitas (FECI). Sandoval lalu dicopot dari jabatannya oleh Jaksa Agung Guatemala Maria Porras pada Juli 2021.

    Menurut Sandoval, ada empat pengusaha dari Rusia yang tertarik dengan bidang pertambangan di Guatemala, yang memberikan uang suap pada April 2021. Uang haram itu, diharapkan bisa memberikan mereka sebuah ruang untuk membangun dermaga di Pelabuhan Santo Tomas de Castilla, Caribbean.

    Perusahaan pertambangan di Guatemala yang terkait dengan empat warga negara Rusia yang memberikan uang suap itu, menyangkal adanya suap yang dibayarkan.

    Sandoval sejak Juli 2021 sudah terbang meninggalkan Guatemala. Dia sebelumnya mengatakan bahwa pemecatannya dilakukan setelah Jaksa Agung mencoba mencegahnya melakukan investigasi terhadap kasus korupsi, yang terkait dengan Presiden Giammattei. Presiden Guatemala menyangkal terlibat dalam tindakan kejahatan korupsi.

    “Saya siap mempertahankan kehormatan saya dan tindakan yang saya lakukan karena fakta dan etika yang mendorong saya,” kata Sandoval lewat Twitter, Jumat, 3 September 2021.     

    Kicauan itu disampaikan Sandoval setelah Jaksa Agung pada Jumat kemarin memperingatkan telah menerbitkan surat penahanan padanya. Tuduhannya adalah dugaan melanggar jabatan dan menghalang-halangi proses pidana.

    Baca juga: Cerita Muamar Qadafi Perkenalkan Bulu Tangkis di Guatemala Melalui Ponsel

            

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.