Ho Chi Minh Mau Geser Strategi Zero Covid-19, Pertimbangkan Hidup Bersama Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung membeli kebutuhan pokok di sebuah supermarket di Ho Chi Minh, Vietnam, 21 Agustus 2021. Warga Vietnam melakukan panic buying menyusul pemberlakuan lockdown mulai 23 Agustus 2021. REUTERS/Stringer

    Pengunjung membeli kebutuhan pokok di sebuah supermarket di Ho Chi Minh, Vietnam, 21 Agustus 2021. Warga Vietnam melakukan panic buying menyusul pemberlakuan lockdown mulai 23 Agustus 2021. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah draf proposal menyarankan agar Kota Ho Chi Minh, pusat wabah terbesar Vietnam saat ini, untuk keluar dari lockdown ketat dan melanjutkan kegiatan ekonomi mulai 15 September, bergeser strategi dari Zero COVID-19 menjadi hidup berdampingan dengan virus corona.

    Kota berpenduduk 9 juta orang itu menargetkan pembukaan kembali ekonominya secara bertahap dan vaksinasi penuh bagi warganya pada akhir tahun ini, menurut rancangan proposal yang dilihat oleh Reuters dan belum disahkan.

    Kota Ho Chi Minh bulan lalu mengerahkan pasukan untuk menegakkan lockdown dan melarang penduduk meninggalkan rumah mereka untuk memperlambat tingkat kematian yang meningkat. Hanya 2,9% dari 98 juta penduduk Vietnam yang telah divaksinasi lengkap.

    Rancangan tersebut mengusulkan kota, pusat bisnis yang diapit oleh provinsi-provinsi industri penting, bergerak melewati strategi penahanan untuk fokus pada kebangkitan ekonomi sambil mempertahankan protokol kesehatan yang ketat.

    "Kota ini bertujuan untuk mempromosikan pemulihan ekonomi...dan bergerak menuju hidup dengan COVID-19," kata rancangan proposal itu, dikutip dari Reuters, 3 September 2021.

    Pembukaan kembali akan dilakukan secara bertahap, dan pinjaman berbunga rendah serta pemotongan pajak akan ditawarkan kepada perusahaan yang terkena dampak, bunyi proposal.

    Pengunjung membeli kebutuhan pokok di sebuah supermarket di Ho Chi Minh, Vietnam, 21 Agustus 2021. Pemerintahan Vietnam mengatakan akan mengerahkan pasukan di Kota Ho Chi Minh untuk menegakkan aturan lockdown dan mengirimkan pasokan makanan kepada warga demi menekan angka Covid-19. REUTERS/Stringer

    Kota Ho Chi Minh sendiri telah mencatat 232.600 infeksi virus corona dan 9.724 kematian, mewakili setengah dari kasus nasional Vietnam dan 80% dari kematiannya.

    Perdana Menteri Pham Minh Chinh pada hari Rabu memperingatkan Vietnam akan menghadapi pertempuran virus corona yang panjang, dan tidak dapat mengandalkan lockdown dan karantina tanpa batas.

    Wakil menteri kesehatan, Nguyen Truong Son, meminta pasien COVID-19 yang pulih untuk membantu kota memerangi epidemi.

    "Ketika Anda merasa secara fisik cukup baik, cukup percaya diri dan ingin menyumbangkan usaha Anda, Anda dapat mendaftar untuk bergabung dalam pertarungan," katanya dalam surat terbuka, Jumat.

    Wabah di Kota Ho Chi Minh muncul dalam beberapa bulan terakhir, menandai akhir kesuksesan pengendalian wabah Vietnam dan menjadi salah satu negara dengan penanganan COVID-19 terbaik di dunia, yang dilakukan melalui karantina dan pelacakan kontak yang agresif.

    Baca juga: Vietnam Larang Warga Tinggalkan Rumah, Pembelian Panik Terjadi di Ho Chi Minh

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.