Kisah Cinta Putri Mako, Rela Tinggalkan Jepang Demi Nikahi Pria Biasa

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Mako dan tunangannya, Kei Komuro mengumumkan pertunangan mereka di Tokyo, Jepang, 3 September 2017. Komuro yang bukan berasal dari keluarga bangsawan itu merupakan teman kuliah Putri Mako di International Christian University. REUTERS

    Putri Mako dan tunangannya, Kei Komuro mengumumkan pertunangan mereka di Tokyo, Jepang, 3 September 2017. Komuro yang bukan berasal dari keluarga bangsawan itu merupakan teman kuliah Putri Mako di International Christian University. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Perjalanan cinta sejati tidak pernah berjalan mulus, begitu pula dengan kisah asmara Putri Mako. Hubungan Putri Mako dan kekasihnya Kei Kumuro yang merupakan orang biasa, menuai kontroversi dan dikecam publik selama bertahun-tahun. Keponakan Kaisar Naruhito ini akhirnya memutuskan segera menikah dan pindah ke Amerika Serikat.

    Pasangan tersebut memutuskan menikah tanpa upacara tradisional. Selain itu Putri Mako dan Komura juga menolak pembayaran yang biasanya diberikan kepada bangsawan wanita yang menikah dengan keluarga kerajaan. Ia menolak bantuan dana dari pemerintah Jepang sebesar US$ 1,3 juta atau setara Rp 18 miliar. Aturan suksesi kekaisaran Jepang, Putri Mako yang berusia 29 tahun akan kehilangan gelarnya setelah menikah dengan orang biasa.

    Sosok Kei Komura juga menuai kontroversi atas tuduhan bahwa ibunya meminjam uang dari mantan tunangannya. Utang itu gagal dibayar kembali oleh keluarga tersebut. Komuro adalah warga Jepang yang pindah ke Amerika Serikat untuk sekolah hukum.

    Berita miring itu tak menyurutkan percintaan mereka. Bahkan Putra Mahkota Akishino tahun lalu menyatakan mendukung pernikahan putrinya.

    Rencana Putri Mako dan Komuro pindah ke Amerika Serikat menarik perhatian karena kisahnya mirip Pangeran Harry dari Inggris dan istrinya Megan Markle.

    Putri Mako merupakan saudara perempuan Pangeran Hisahito, 14, saat ini merupakan satu-satunya pewaris takhta laki-laki yang memenuhi syarat selain ayahnya. Di Jepang, tahta hanya dapat diwariskan kepada anggota keluarga laki-laki. Sementara anak-anak bangsawan perempuan yang menikah dengan rakyat jelata tidak termasuk.

    Belum ada konfirmasi resmi tentang rencana Putri Mako dari Jepang itu. Namun drama percintaan itu membuat pendapat rakyat Jepang terbelah.

    "Saya pikir sangat sedikit orang Jepang yang merayakan pernikahan ini dari lubuk hati mereka. Saya sangat khawatir dengan Putri Mako," tulis salah satu pengguna Twitter Jepang.

    Tetapi ada yang memuji tekad pasangan itu. Mainichi Shimbun mengatakan keinginan mereka yang kuat akan membuahkan hasil.

    "Ini adalah keputusan Putri Mako yang berdiri teguh untuk hidupnya," tambah pengguna Twitter lainnya. "Hebat."

    Baca: Putra Mahkota Jepang Restui Putri Mako Nikahi Pria Bukan Bangsawan

    NDTV


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.