Australia Ingin Pemerintah Daerah Kompak soal Relaksasi Lockdown

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pengunjuk rasa berkumpul di pusat kota selama demonstrasi anti-lockdown di Sydney, Australia, 24 Juli 2021. Warga kota Sydney di negara bagian New South Wales, yang terpadat di Australia telah melakukan lockdown selama empat minggu untuk menahan penularan virus corona varian Delta. Gambar AAP/Mick Tsikas via REUTERS

    Para pengunjuk rasa berkumpul di pusat kota selama demonstrasi anti-lockdown di Sydney, Australia, 24 Juli 2021. Warga kota Sydney di negara bagian New South Wales, yang terpadat di Australia telah melakukan lockdown selama empat minggu untuk menahan penularan virus corona varian Delta. Gambar AAP/Mick Tsikas via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Federal Australia pada Jumat, 3 September 2021, akan berupaya meyakinkan negara-negara bagian dan teritorial untuk mengikuti rencana nasional mengenai pembukaan lockdown akibat Covid-19. Harapan itu diutarakan menyusul naiknya kasus infeksi virus corona di Ibu Kota Sydney dan Melbourne gara-gara varian Delta Covid-19 sehingga membuat waswas negara bagian lainnya.

    Rapat kabinet akan digelar dalam beberapa hari terakhir setelah negara bagian Queensland dan Western Australia memberikan sinyalemen kalau mereka kemungkinan akan menunda rencana membuka pintu perbatasan. Kedua negara bagian itu, kompak baru mau membuka pintu-pintu perbatasan jika angka rata-rata imunisasi vaksin virus corona sudah menyentuh angka 70 persen – 80 persen, sekarang ini imunisasi baru 30 persen.

    Perdana Menteri Queensland Annastacia Palaszczuk pada Kamis, 2 September 2021, memperingatkan pembukaan wilayah perbatasan bisa mendorong naiknya infeksi virus corona di negara bagiannya. Sekarang ini, ada 18 kasus aktif Covid-18 di Queeensland.

      

    “Queensland mengajukan proposal untuk memperketat kontrol hingga saya bisa mengimunisasi vaksin virus corona pada setiap anak,” kata Palaszczuk.

    Seni yang diilhami oleh virus Corona terlihat menempel di pohon dekat Albert Park saat pemberlakuan lockdown untuk mengekang penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) di Melbourne, Australia, 5 Agustus 2020. AAP/James Ross via REUTERS

    Komentar Palaszczuk itu menuai kritik dari pemerintah pusat Australia, sedangkan beberapa ahli kesehatan mengatakan belum ada bukti varian Delta Covid-19 menjadi ancaman besar pada anak-anak. Dengan begitu, waswas seperti itu seharusnya tidak perlu digunakan untuk menunda pelonggaran lockdown di bawah rencana nasional.

    Menteri Keuangan Australia Simon Birmingham mengatakan ucapan Palaszczuk hanya fokus pada kekhawatiran ketimbang kenyataan. Dibutuhkan analisis yang tenang untuk mengedukasi masyarakat.

    Waswas juga diperlihatkan oleh Asosiasi tenaga kesehatan Australia, yang pada Kamis, 2 September 2021 memperingatkan bahwa rumah sakit – rumah sakit tidak siap dengan pelonggaran lockdown secara jor-joran. Lembaga itu juga menyerukan agar imunisasi massal vaksin virus corona digenjot sebelum lockdown dilonggarkan.

    Baca juga: Australia Pilih Berdamai Dengan COVID-19 Dibanding Menghilangkannya 

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.