41 Orang Tewas Akibat Banjir New York, Korban Terjebak di Ruang Bawah Tanah

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banji di wilayah Mamaroneck, New York, AS, 2 September 2021. REUTERS/Mike Segar

    Banji di wilayah Mamaroneck, New York, AS, 2 September 2021. REUTERS/Mike Segar

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir New York pada Kamis malam, 2 September 2021 menyebabkan 41 orang tewas. Sejumlah korban tewas terjebak di ruang bawah tanah.

    Badai Ida menyebabkan hujan deras yang menyapu mobil, menenggelamkan jalur kereta bawah tanah di New York City dan menghentikan penerbangan.

    Derasnya curah hujan memicu peringatan darurat banjir bandang yang belum pernah terjadi sebelumnya di Kota New York. Jalan-jalan berubah menjadi sungai dan menghentikan layanan layanan kereta bawah tanah saat air mengalir dari platform ke rel.

    "Saya berusia 50 tahun dan saya belum pernah melihat hujan sebanyak itu," kata Metodija Mihajlov. Ruang bawah tanah restorah Mihajlov di Manhattan dibanjiri air setinggi tiga inci.

    "Rasanya seperti tinggal di hutan, seperti hujan tropis. Luar biasa. Semuanya begitu aneh tahun ini," katanya kepada AFP seperti dikutip NDTV.

    Ratusan penerbangan dibatalkan di bandara LaGuardia dan JFK, serta di Newark. Dalam video yang beredar di media sosial, terminal bandara terendam air hujan.

    "Kita semua bersama-sama menghadapi ini dan siap membantu," kata Presiden Joe Biden menjelang perjalanan ke negara bagian selatan Louisiana, pada Jumat, 3 September 2021. Biden akan mengunjungi wilayah yang hancur akibat badai Ida.

    Banjir menutup jalan-jalan utama di seluruh wilayah New Jersey dan New York termasuk Manhattan, The Bronx dan Queens. Mobil-mobil tenggelam dan pemadam kebakaran menyelamatkan ratusan orang.

    Sedikitnya 23 orang tewas di New Jersey, kata Gubernur Phil Murphy kepada wartawan. "Mayoritas korban tewas karena terjebak dalam kendaraan," katanya.

    Dua belas orang tewas di New York City, termasuk 11 orang yang tidak dapat melarikan diri dari ruang bawah tanah, menurut polisi. Para korban berkisar dari usia 2 hingga 86 tahun.

    "Di antara orang-orang yang paling berisiko selama banjir bandang di sini adalah yang tinggal di bawah tanah dan tidak memenuhi aturan keselamatan untuk menyelamatkan nyawa," kata anggota parlemen Alexandria Ocasio-Cortez melalui Twitter.

    "Ini adalah kelas pekerja, imigran, dan orang-orang dan keluarga berpenghasilan rendah," ujarnya.

    Tiga korban tewas berada di pinggiran New York Westchester sementara tiga lainnya meninggal di Montgomery County di luar Philadelphia di Pennsylvania, seorang pejabat setempat mengkonfirmasi.

    Badai Ida telah membuat kerusakan di bagian utara setelah sebelumnya menghantam Louisiana pada akhir pekan. Badai mengakibatkan banjir besar dan tornado.

    Keadaan darurat negara bagian diumumkan di New York dan New Jersey. Layanan Cuaca Nasional juga mengeluarkan peringatan darurat banjir bandang pertama untuk Kota New York dan meminta penduduk untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi.

    Baca: Badai Ida:15 Meninggal dalam Banjir New York dan New Jersey

    NDTV


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...