Sandera Perampok Bank di Brasil Ceritakan Pengalaman Mengerikan Jadi Tameng

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penodongan atau perampokan dengan senjata tajam. Shutterstock

    Ilustrasi penodongan atau perampokan dengan senjata tajam. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Perampok bank di Kota Aracutuba, Brasil menjadikan sandera sebagai tameng hidup. Dalam peristiwa yang terjadi Senin, 30 Agustus 2021, perampok mengikat sandera untuk menghindari kejaran polisi. Beruntung polisi berhasil membebaskan sandera tersebut.

    Salah seorang yang menjadi sandera menuturkan pengalaman mengerikannya kepada media online di Brasil, UOL. "Yang saya pikirkan adalah saya akan mati," kata seorang sandera yang tidak disebutkan namanya tersebut, seperti dikutip dari Mirror, Rabu, 1 September 2021.

    Dia menggambarkan bagaimana seorang pria bersenjata yang memegang senapan, menghentikannya saat dia sedang menunggangi sepeda motor. "Saya mendengar keributan, tapi saya pikir itu kembang api. Tiba-tiba, seorang pria mendorong saya dari sepeda motor dan menyuruh saya berhenti," ujarnya.

    Awalnya dia mengira itu adalah pos pemeriksaan polisi. Namun dia kemudian menyadari bahwa kelompok tersebut adalah perampok.

    Pria itu menambahkan bahwa perampok bertindak agresif dan menembak ke arah sandera yang tidak patuh. "Mereka menunjukkan kepada kami bahwa tidak main-main," ujarnya.

    Seorang sandera lain mengatakan kepada situs berita Brasil G1, dia digunakan sebagai perisai manusia. Ia diberitahu akan ditembak di wajah jika tidak berpegangan pada kap mobil yang bergerak.

    "Saya tidak pernah berpegangan sedemikian erat seperti yang saya lakukan saat itu," katanya.

    Dalam rekaman CCTV menunjukkan perampok bersenjata mengikat para sandera di atas kendaraan sebelum kabur dari polisi. Mereka menyebarkan bom inframerah untuk menghentikan polisi yang mengikuti mereka.

    Para penjahat bahkan menggunakan pesawat tak berawak untuk memantau polisi. Mereka juga menutup pintu masuk ke kota untuk mencegah kedatangan polisi tambahan.

    Perampokan yang terjadi pada Senin, 30 Agustus itu menyebabkan tiga orang tewas, dua di antaranya warga sipil, menurut pihak berwenang setempat.

    "Araçatuba diguncang oleh penjahat yang sangat berbahaya, yang melepaskan ribuan tembakan," kata Kolonel Rodrigo Arena, komandan polisi di wilayah tersebut kepada wartawan.

    Kolonel Arena mengatakan bahwa tiga tersangka telah ditangkap. Penyelidikan kini berada di tangan polisi federal.

    Perampokan bank skala besar sering terjadi di Brasil dalam beberapa tahun terakhir. Para perampok sering menggunakan sandera manusia sebagai tameng.

    Media lokal melaporkan bahwa cabang bank milik negara Caixa Federal dan Banco do Brasil yang menjadi sasaran.

    Menanggapi permintaan komentar, Caixa mengatakan hanya memberikan informasi kepada polisi. Sedangkan Banco do Brasil mengatakan sedang bekerja dengan pihak berwenang.

    Baca juga: Presiden Brasil Bolsonaro Blokir 170 Akun Medsos yang Mengkritiknya 

    ABC.NET.AU | MIRROR.CO.UK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.