Pakistan Khawatir Menjadi Target Taliban Selanjutnya Usai Afghanistan

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Taliban bersenjata berjaga di Bandara Internasional Hamid Karzai yang telah ditinggalkan tentara Amerika Serikat, di Kabul, Afghanistan, 31 Agustus 2021. Kendaraan-kendaraan yang membawa anggota Taliban bersenjata tampak mengelilingi area landasan pacu Bandara Internasional Hamid Karzai di sisi utara lapangan terbang militer. REUTERS/Stringer

    Pasukan Taliban bersenjata berjaga di Bandara Internasional Hamid Karzai yang telah ditinggalkan tentara Amerika Serikat, di Kabul, Afghanistan, 31 Agustus 2021. Kendaraan-kendaraan yang membawa anggota Taliban bersenjata tampak mengelilingi area landasan pacu Bandara Internasional Hamid Karzai di sisi utara lapangan terbang militer. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakistan dikabarkan khawatir kemenangan Taliban di Afghanistan akan menjadi fondasi untuk invasi Taliban ke negara-negara tetangga. Hal itu menyusul kabar bahwa Taliban tengah membentuk pemerintahan barunya di Afghanistan usai mengusir tentara asing dari sana.

    Menurut laporan Reuters, Islamabad sudah siaga waspada misalkan cabang Taliban yang berada di Pakistan mencoba melakukan langkah serupa. Mereka wajar was-was mengingat dua dekade terakhir ada ribuan warga Pakistan yang tewas terbunuh dalam aksi jihad.

    "Dua tiga bulan ke depan akan menjadi periode yang penting. Kami yang di Islamabad kahwatir bakal ada ketegangan di perbatasan Afghanistan - Pakistan," ujar pejabat senior Pemerintahan Pakistan, yang enggan disebutkan namanya, Rabu, 1 September 2021.

    Di sisi lain, Pemerintah Pakistan juga khawatir akan ancaman kelompok-kelompok berbahaya lainnya seperti ISIS-K. Menurut mereka, ancaman ISIS-K juga tidak bisa dikesampingkan. Pekan lalu, ISIS-K menyerang proses evakuasi di Bandara Hamid Karzai, Kabul, dan menewaskan 170an orang.

    "ISIS-K tengah aktif melancarkan serangan dan merekrut anggota baru," ujar Pemerintah Pakistan dalam keterangannya.

    Per berita ini ditulis, Pakistan belum mengungkapkan strategi mereka untuk menangkal ancaman dari luar. Walau begitu, mereka menegaskan akan mendukung pembentukan pemerintahan baru Afghanistan demi terciptanya situasi yang kondusif dan stabil di sana. Pakistan menyakini situasi yang kondusif akan menekan potensi konflik dan teror.

    "Terlepas kami akan mengakui Taliban atau tidak, stabilitas di Afghanistan tetaplah penting," ujar keterangan pejabat Pemerintah Pakistan.

    Taliban, sebelumnya, sudah menyatakan bahwa mereka akan menghormati kedaulatan negara-negara yang berbatasan dengan Afghanistan. Di sisi lain, Taliban juga berjanji tak akan menjadikan Afghanistan sebagai lokasi persiapan serangan ke Pakistan atau negara lainnya.

    Baca juga: Joe Biden Ogah Disalahkan Atas Masalah Taliban dan Afghanistan

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.