Sekitar 200 Warga AS Bertahan di Afganistan

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Taliban berjaga di Bandara Internasional Hamid Karzai yang telah ditinggalkan tentara Amerika Serikat, di Kabul, Afghanistan, 31 Agustus 2021. REUTERS/Stringer

    Pasukan Taliban berjaga di Bandara Internasional Hamid Karzai yang telah ditinggalkan tentara Amerika Serikat, di Kabul, Afghanistan, 31 Agustus 2021. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat menyatakan masih ada sekitar 100 sampai 200 warganya di Afganistan saat evakuasi sudah berakhir. Namun Presiden Joe Biden berkomitmen membantu mereka yang berniat meninggalkan negara yang dikuasai Taliban itu.

    Biden kepada awak media di Gedung Putih, Selasa (31/8/2021), mengatakan sebagian besar warga AS tersebut memiliki kewarganegaraan ganda dan penduduk lama yang sebelumnya sudah memutuskan untuk tinggal di sana sebab akar keluarga mereka di Afganistan.

    “Bagi warga AS yang masih berada di sana, tidak ada batas waktu (untuk pergi). Kami tetap berkomitmen untuk mengeluarkan mereka jika mereka menghendakinya,” kata Biden seperti dikutip Reuters.

    Dia menyebutkan bahwa 90 persen warga AS yang berada di Afganistan sudah dievakuasi. Gedung Putih memperbarui transkripsi pernyataan Biden untuk menunjukkan bahwa angka yang benar adalah 98 persen.

    Dia mengatakan Menterl Luar Negeri AS Antony Blinken memimpin upaya diplomatik lanjutan itu guna memastikan perjalanan yang aman bagi setiap warga AS, mitra Afganistan, atau warga negara asing yang ingin meninggalkan negara tersebut setelah kekuasaan diambil alih oleh Taliban pada 15 Agustus 2021.

    Biden mengatakan masyarakat internasional akan meminta pertanggungjawaban para pemimpin Taliban atas janji mereka untuk mengizinkan kebebasan bepergian.

    “Taliban telah membuat komitmen publik, disiarkan di televisi dan radio di seluruh wilayah Afganistan untuk memastikan perjalanan yang aman bagi setiap orang yang ingin pergi, termasuk mereka yang bekerja dengan warga AS,” katanya.

    “Kami tidak menganggap mereka hanya dengan kata-kata mereka, tetapi tindakan mereka dan kami memiliki pengaruh agar komitmen tersebut terpenuhi,” katanya.

    Biden mengatakan Pemerintah AS sudah mengontak warga AS di Afganistan sebanyak 19 kali sejak Maret, menawarkan kepada mereka untuk meninggalkan negara itu.

    Setelah evakuasi yang dipimpin militer AS dimulai sejak 17 hari lalu, lanjut dia, pejabat-pejabat AS kembali mengontak dan mengidentifikasi ada sekitar 5.000 warga AS yang pada awalnya memutuskan untuk tinggal, tetapi saat ini mereka ingin keluar Afganistan.

    Lebih dari 5.500 warga AS sudah dievakuasi bersama ribuan warga dan diplomat dari negara-negara sekutu, 2.500 anggota staf lokal yang bekerja di Kedutaan Besar AS berikut keluarga mereka, dan ribuan warga Afganistan yang merupakan penerjemah, serta pihak-pihak lainnya yang mendukung AS selama 20 tahun di negeri itu.

    Baca juga: Lembah Panjshir, Benteng Terakhir Afganistan untuk Melawan Taliban

    ANTARA | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.