Musik Haram, Taliban Seret dan Bunuh Penyanyi Folk Afghanistan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pejuang Taliban berlari ke arah kerumunan di luar bandara Kabul dengan membawa RPG-7, di Kabul, Afghanistan, 16 Agustus 2021. RPG-7 adalah granat berpeluncur roket anti tank yang diluncurkan dari pundak yang banyak diproduksi. REUTERS TV/via REUTERS

    Seorang pejuang Taliban berlari ke arah kerumunan di luar bandara Kabul dengan membawa RPG-7, di Kabul, Afghanistan, 16 Agustus 2021. RPG-7 adalah granat berpeluncur roket anti tank yang diluncurkan dari pundak yang banyak diproduksi. REUTERS TV/via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi folk Afganistan Fawad Andarabi diseret dari rumahnya dan dibunuh oleh Taliban di utara Kabul pada Jumat pekan lalu. Seorang wartawan lokal mengatakan kepada CNN, hal ini memicu kekhawatiran akan meningkatnya kekerasan setelah Taliban berkuasa kembali. Taliban telah melarang berbagai hal termasuk musik.

    Putra Fawad Andarabi, Jawad, mengatakan kepada The Associated Press bahwa ayahnya ditembak di kepala di lahan pertanian keluarga di Lembah Andarab di provinsi Baghlan utara. "Dia tidak bersalah, dia penyanyi yang hanya menghibur orang," kata putra Jawad.

    Kantor berita AP adalah yang pertama melaporkan kematian Fawad Andarabi. CNN belum mengkonfirmasi ihwal pembunuhan penyanyi tersebut, namun mantan Menteri Dalam Negeri Afghanistan Massoud Andarabi telah membenarkan.

    "Kebrutalan Taliban berlanjut di Andarab. Hari ini mereka secara brutal membunuh penyanyi folkloric, Fawad Andarabi. Ia yang hanya membawa kegembiraan bagi lembah ini dan orang-orangnya. Kami tidak akan menyerah terhadap kebrutalan Taliban," kata Andarabi seperti dikutip dari akun Twitternya pada Sabtu pekan lalu.

    Pembunuhan Fawad Andarabi telah menimbulkan kekhawatiran tentang Taliban yang kembali menerapkan aturan keras seperti saat memimpin Afghanistan 20 tahun lalu. Selama waktu itu, Taliban melarang sebagian besar bentuk musik karena dianggap tidak Islami.

    Dalam sebuah wawancara dengan The New York Times Rabu, juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengatakan musik dilarang dalam Islam. Saat ditanya apakah musik akan kembali dilarang dipertontonkan di depan umum di Afghanistan, dia hanya mengatakan Taliban berharap bisa membujuk orang untuk tidak mendengarkan musik.

    Utusan khusus PBB untuk budaya, Karima Bennoune dan Duta Besar UNESCO untuk kebebasan artistik Deeyah Khan menyatakan keprihatinannya atas pembunuhan Andarabi.

    "Kami mengungkapkan keprihatinan yang mendalam tentang laporan pembunuhan mengerikan penyanyi #FawadAndarabi. Kami menyerukan kepada pemerintah untuk menuntut Taliban menghormati #hak asasi manusia# terutama seniman," kata Bennoune di Twitter, Sabtu seperti dikutip dari CNN.

    Lembah Andarab terletak di sebelah Lembah Panjshir sekitar 90 mil di utara Kabul. Sejak pekan lalu, pertempuran sporadis antara Taliban dan koalisi bersenjata milisi utara masih berlangsung. Beberapa pertempuran baru-baru ini juga terjadi di distrik-distrik Lembah Andarab.

    CNN | AP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.