Pasien Corona Gelar Pesta Seks dan Narkoba di Rumah Sakit Darurat

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan berjalan ketika mereka bersiap untuk mengubah gudang kargo udara menjadi rumah sakit darurat COVID-19 di Bandara Internasional Don Mueang di Bangkok, Thailand, 28 Juli 2021. [REUTERS/Soe Zeya Tun]

    Relawan berjalan ketika mereka bersiap untuk mengubah gudang kargo udara menjadi rumah sakit darurat COVID-19 di Bandara Internasional Don Mueang di Bangkok, Thailand, 28 Juli 2021. [REUTERS/Soe Zeya Tun]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pasien corona di rumah sakit darurat di Thailand menggelar pesta seks hingga narkoba. Polisi dan pejabat militer pun melakukan penggerebekan pada akhir pekan lalu. Rumah sakit darurat tersebut didirikan di lapangan dengan kapasitas 1.000 tempat tidur.

    Dalam rekaman yang beredar di media sosial, polisi Thailand dan pejabat Komando Operasi Keamanan Internal (ISOC) menggerebek rumah sakit di provinsi Samut Prakan, dengan mengenakan pakaian pelindung. Pemeriksaan dilakukan setelah penegak hukum mengetahui bahwa beberapa pasien telah melanggar aturan rumah sakit.

    Aparat menerima laporan tentang merebaknya perjudian, perkelahian hingga cendera fisik, penyalahgunaan narkoba dan hubungan seksual dengan banyak pasangan. “Kami tahu itu karena kami memiliki kamera pengintai di setiap sudut,” kata kepala divisi operasi lokal pengendalian Covid-19, Kolonel Krispanu Chamnongwong seperti dilansir dari RT.

    Pasien corona di rumah sakita darurat itu telah diinterogasi berdasarkan rekaman CCTV. Dalam rekaman menunjukkan pasien pria dan wanita pergi ke bangsal terpisah satu sama lain.

    Laporan menunjukkan bahwa beberapa orang menggunakan obat-obatan, namun kualitas gambar rekaman tak cukup baik untuk mengidentifikasi tersangka dengan tepat.

    Lebih dari 20 bungkus rokok dan perangkat rokok elektronik diselundupkan ke rumah sakit darurat. Padahal sebagian besar pasien menderita penyakit pernapasan akibat virus covid-19 menurut pejabat ISOC kepada media setempat.

    Meskipun tidak ada tersangka yang ditangkap, para pejabat menyatakan sangat kecewa. Sebabnya banyak orang yang menderita virus corona putus asa mendapatkan perawatan di rumah sakit karena tempat tidur yang penuh. Pejabat meminta pasien untuk mematuhi aturan rumah sakit, dokter, perawat dan negara yang terkena pandemi.

    Baca juga: Thailand Uji Klinis Vaksin Covid-19 Semprotan Hidung Akhir Tahun Ini

    RT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.