Perempuan Afghanistan Melahirkan di Tengah Evakuasi ke Inggris

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang mengantre untuk naik ke sebuah pesawat militer Amerika Serikat dan meninggalkan Kabul di bandara Kabul, Afghanistan, pada 22 Agustus 2021. (Xinhua)

    Orang-orang mengantre untuk naik ke sebuah pesawat militer Amerika Serikat dan meninggalkan Kabul di bandara Kabul, Afghanistan, pada 22 Agustus 2021. (Xinhua)

    TEMPO.CO, Jakarta - Peristiwa pengungsi Afghanistan melahirkan di tengah proses evakuasi dari Bandara Hamid Karzai, Kabul, kembali terjadi. Apabila sebelumnya terjadi di pesawat militer Amerika, kali ini terjadi di pesawat sipil yang dipinjamkan Turkish Airlines untuk kepentingan evakuasi.

    Dikutip dari kantor berita Reuters, perempuan bernama Soman Noori (26) tersebut melahirkan bayi perempuan di tengah proses evakuasi menuju Inggris, Sabtu, 28 Agustus 2021. Adapun Noori mulai mengalami kontraksi ketika pesawat yang ia tumpangi melintas di zona penerbangan Kuwait.

    "Noori dan bayinya, yang dinamai Havva, dalam kondisi sehat," ujar pernyataan pers Turkish Airlines, 29 Agustus 2021.

    Saat melahirkan, proses tersebut dibantu oleh pramugari Turkish Airlines yang bertugas. Adapun pesawat yang ditumpangi oleh Noori sempat mendarat sebentar di Kuwait untuk berjaga-jaga sebelum melanjutkan penerbangan ke tujuan akhir, Birmingham, Inggris.

    Masih berkaitan dengan Inggris, pesawat militer mereka melakukan penerbangan evakuasi terakhirnya dari Kabul pada Sabtu kemarin. Pesawat itu mengangkut personil Militer Inggris yang dua pekan terakhir sudah membantu evakuasi 15 ribu orang.

    Penerbangan tersebut sekaligus menegaskan berakhirnya proses evakuasi oleh Militer Inggris di Kabul, Afghanistan. Mereka pergi tiga hari sebelum deadline proses evakuasi, 31 Agustus 2021. Seperti yang dinyatakan Taliban, selaku penguasa baru Afghanistan, segala proses evakuasi oleh tentara asing harus beres per akhir Agustus.

    "Kita patut bangga terhadap pasukan bersenjata kita. Kita juga perlu menyambut mereka yang berhasil diselamatkan dan berduka untuk mereka yang ditinggalkan (di Afghanistan)," ujar Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace.

    Baca juga: Warga Afghanistan Melahirkan di Pesawat Militer Amerika Saat Kabur dari Taliban

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.