Sindrom Havana, Penyakit Misterius yang Menyerang Ratusan Pejabat AS

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Perjalanan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris dari Singapura ke Vietnam pada Selasa, 24 Agustus 2021 sempat tertunda selama kurang lebih tiga jam. Melansir dari Reuters, hal ini dipicu oleh kekhawatiran terkait dengan sindrom Havana.

    Sindrom Havana merupakan penyakit misterius yang telah menyerang sekitar 200 pejabat AS di berbagai negara. Mengutip dari Medicine Net, sindrom ini pertama kali menyerang petugas intelijen AS dan staf kedutaan yang ditempatkan di Havana, Kuba, pada akhir 2016.

    Gejala sindrom Havana mirip dengan gegar otak atau cedera kepala ringan. Mulanya, diplomat di Kuba melaporkan gejala berupa suara menusuk yang keras di malam hari, tekanan kuat di wajah, rasa sakit, mual, pusing, hingga kesulitan berkonsentrasi.

    Pada tahun-tahun berikutnya, banyak perwira intelijen dan personel militer yang melaporkan gejala lain seperti kebingungan, disorientasi, kabut otak, masalah memori, sensitivitas cahaya, dan keluhan terkait tidur (mengantuk dan insomnia).

    Sindrom Havana juga memiliki gejala sisa jangka panjang yang meliputi migrain, masalah dengan penglihatan jauh, menyipitkan mata, vertigo, dan mimisan.

    Penyebab pasti dari sindrom Havana belum diketahui. Namun penyebab paling mungkin adalah karena beberapa jenis perangkat mekanis yang memancarkan energi ultrasonik atau gelombang mikro.

    Paparan energi frekuensi radio seperti itu melalui senjata biologis yang sangat khusus berpotensi menciptakan gelembung mikro dalam cairan di dalam telinga seseorang. Saat gelembung-gelembung tersebut mengalir melalui darah ke otak, maka akan menyebabkan emboli udara kecil yang akhirnya mengakibatkan kerusakan sel.

    Penyebab lain yang mungkin adalah karena penetrasi langsung gelombang frekuensi radio ke dalam tengkorak, yang mengganggu aktivitas listrik dan kimia di otak dan menghubungkan kembali jalur saraf tertentu. Hal inilah yang kemudian menyebabkan gejala sisa yang bertahan lama.

    Meskipun sindrom Havana melemahkan, penyakit ini tidak fatal. Hingga kini, belum ada laporan yang menyebutkan penderitanya meninggal dunia.

    SITI NUR RAHMAWATI
    Baca juga: Wapres AS Kamala Harris Sebut China Terus Memaksa Soal Laut Cina Selatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.