Turki Tak Mau Bantu Taliban di Bandara Kabul Jika Tak Diperbolehkan Bawa Tentara

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Turki Tayyip Erdogan berpidato di depan anggota Partai AK yang berkuasa selama pertemuan di parlemen di Ankara, Turki, 23 Desember 2020. [Kantor Pers Kepresidenan / Selebaran melalui REUTERS]

    Presiden Turki Tayyip Erdogan berpidato di depan anggota Partai AK yang berkuasa selama pertemuan di parlemen di Ankara, Turki, 23 Desember 2020. [Kantor Pers Kepresidenan / Selebaran melalui REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Turki memastikan tak akan memberikan bantuan teknis ke Taliban soal operasional Bandara Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan apabila tak diperbolehkan membawa tentara. Keputusan itu diambil menyusul serangan teror oleh ISIS-K yang menewaskan 175 orang per berita ini ditulis.

    Diberitakan sebelumnya, Taliban mengajukan permohonan resmi ke Turki karena kurangnya pemahaman teknis soal operasional bandara. Harapan Taliban, Turki sudah bisa memberikan bantuan per hari Selasa ketika periode evakuasi oleh tentara asing rampung. Namun, Taliban ogah ada tentara Turki di bandara Kabul karena mereka bagian dari NATO.

    "Ultimatum mereka agar tentara asing keluar dari Afghanistan juga berlaku untuk pasukan Turki," ujar sumber di Pemerintah Turki, Jumat waktu setempat, 27 Agustus 2021.

    Salah seorang pejabat senior Turki, yang juga enggan disebutkan namanya, mengatakan serangan ISIS-K menimbulkan keraguan di pihaknya. Mereka ragu Taliban akan mampu melindungi pekerja-pekerja teknis Turki dari ancaman ISIS-K. Oleh karenanya, kata ia, Pemerintah Turki meminta tentara mereka diperbolehkan bertahan di Afghanistan.

    "Permintaan Taliban bisa kami wujudkan. Namun, permintaan kami adalah keamanan di bandara juga diawasi oleh tim kami, terdiri atas mantan tentara, polisi, dan anggota perusahaan militer swasta."

    Orang-orang mengantre untuk naik ke sebuah pesawat militer Jerman dan meninggalkan Kabul di bandara Kabul, Afghanistan, pada 24 Agustus 2021. Akhir bulan Agustus 2021 merupakan batas akhir misi evakuasi bagi AS dan negara lainnya. (Xinhua)

    "Kami tidak begitu nyaman dengan skenario warga Turki bekerja di bandara Kabul dengan penjagaan dilakukan oleh Taliban. Serangan pada hari Kamis membuktikan hal kekhawatiran kami," ujar pejabat terkait menegaskan.

    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menambahkan, belum ada keputusan final soal permintaan Taliban. Ia berkata, Turki tidak dalam posisi terburu-buru, tak terkecuali soal memulai penerbangan komersil ke Afghanistan lagi.

    Erdogan berkata, pembicaraan dengan Taliban akan digelar kembali begitu situasi di Kabul mereda. Perkembangan terakhir, sejumlah laporan intelijen menyatakan ISIS-K berpotensi melakukan serangan teror lagi menjelang akhir periode evakuasi pada 31 Agustus nanti.

    Per berita ini ditulis, total ada 350 tentara dan 1400 warga telah dievakuasi oleh Pemerintah Turki sejak Taliban mengambil alih Afghanistan pada 14 Agustus lalu. 

    Taliban, secara terpisah, optimistis bisa mengendalikan operasional Bandara Hamid Karzai, Kabul. Mereka bahkan pede proses transisi akan berlangsung cepat begitu tentara-tentara asing mengakhiri evakuasinya dan meninggalkan Afghanistan. Saat ini, mayoritas evakuasi dilakukan oleh Amerika.

    Baca juga: Taliban Minta Turki Bantu Operasional Bandara Hamid Karzai di Afghanistan

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.