Pentagon: Bom di Bandara Afghanistan Didalangi Satu Orang, Tak Ada Bom Kedua

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tangkapan layar menunjukkan orang-orang di luar rumah sakit setelah serangan di bandara Kabul, di Kabul, Afghanistan, 26 Agustus 2021.  REUTERS TV/via REUTERS

    Tangkapan layar menunjukkan orang-orang di luar rumah sakit setelah serangan di bandara Kabul, di Kabul, Afghanistan, 26 Agustus 2021. REUTERS TV/via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertahanan Amerika (Pentagon) menyampaikan bahwa serangan bom di Bandara Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan diluncurkan oleh satu orang bomber saja. Adapun bom bunuh diri tersebut diledakkan di di gerbang bandara. Perihal kabar adanya ledakan kedua di hotel dekat bandara Kabul, Pentagon membantahnya.

    Per berita ini ditulis, bom bunuh diri di bandara Kabul tercatat telah menewaskan 175 orang. Sebanyak 13 di antaranya adalah prajurit Militer Amerika. Serangan yang dilancarkan oleh kelompok teroris ISIS-K tersebut juga melukai kurang lebih 120 orang.

    "Informasi awal yang kami terima ada dua pelaku bom bunuh diri yang menyerang gerbang bandara dan Baron Hotel di dekatnya. Kami bisa mengkonfirmasi bahwa tak ada ledakan kedua di dekat Baron Hotel. Hanya ada satu pelaku bom bunuh diri," ujar juru bicara Pentagon, Mayjen William Taylor, dikutip dari Reuters, Jumat waktu setempat, 27 Agustus 2021.

    Untuk merespon serangan bom tersebut, Amerika mempercepat proses evakuasi di bandara Kabul. Dalam 24 jam terakhir, sebanyak 300 warga Amerika telah diungsikan dari Afghanistan, menjadikan total ada 5100 warga Negeri Paman Sam yang selamat.

    Selain mempercepat proses evakuasi yang akan diakhiri 31 Agustus nanti, Pemerintah Amerika juga melancarkan serangan drone ke ISIS, afiliasi dari ISIS-K. Serangan dilancarkan di Provinsi Nangarhar, Jumat, dan ditujukan kepada orang yang diyakini sebagai perencana bom bandara Kabul. Target dikabarkan tewas dalam serangan itu.

    Meski serangan balasan sudah dilancarkan, Pemerintah Amerika menyakini ISIS-K masih mengancam. Mereka pun tak menutup kemungkinan ISIS-K melancarkan serangan bom lagi menjelang akhir periode evakuasi.

    "Ada ancaman yang spesifik dan kredibel. Kami bersiap dan mewaspadai serangan serupa. Kami memantau terus ancaman yang ada, secara spesifik dan berkelanjutan," ujar juru bicara Pentagon lainnya, John Kirby.

    Karena adanya potensi serangan susulan, Pemerintah Amerika meminta warga lokal maupun internasional untuk berhati-hati ketika berkunjung ke bandara Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan. Bahkan, merekomendasikan warga untuk tidak datang ke bandara Kabul hingga mendapat instruksi lebih lanjut.

    Baca juga: Joe Biden Sebut Evakuasi Jalan Terus Pasca-Serangan ISIS-K di Afghanistan

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.