Vaksin Moderna di Jepang Diduga Terkontaminasi Logam

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vaksinator menunjukkan vaksin Moderna yang nantinya akan diberikan sebagai vaksin dosis ketiga atau booster di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Matraman, Jakarta, Jumat, 6 Agustus 2021. Pemberian vaksin dosis ketiga atau booster kepada tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan, hingga saat ini masih terus dilaksanakan. Pemberian vaksin dosis ketiga atau booster  ditargetkan rampung pada pekan kedua Agustus 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Vaksinator menunjukkan vaksin Moderna yang nantinya akan diberikan sebagai vaksin dosis ketiga atau booster di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Matraman, Jakarta, Jumat, 6 Agustus 2021. Pemberian vaksin dosis ketiga atau booster kepada tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan, hingga saat ini masih terus dilaksanakan. Pemberian vaksin dosis ketiga atau booster ditargetkan rampung pada pekan kedua Agustus 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Jepang menunda pemberian 1,63 juta vaksin Moderna untuk covid-19 karena diduga terkontaminasi. Menurut sumber di Kementerian Kesehatan seperti dilaporkan NHK, bahan kontaminan yang ditemukan dalam batch vaksin Covid-19 Moderna yang dikirim ke Jepang diyakini adalah partikel logam.

    Jepang pada hari Kamis menangguhkan penggunaan 1,63 juta dosis yang dikirim ke 863 pusat vaksinasi nasional. Vaksin tersebut dikirimkan oleh distributor domestik Takeda Pharmaceutical. Lebih dari seminggu lalu, Takeda menerima laporan beberapa botol vaksin telah terkontaminasi.

    Berdasarkan laporan NHK, yang diterbitkan Kamis malam, partikel itu bereaksi terhadap magnet sehingga diduga sebagai logam. Moderna menggambarkannya sebagai bahan partikulat yang tidak menimbulkan masalah keamanan atau berpengaruh terhadap kemanjuran. Namun seorang pejabat di Kementerian Kesehatan mengatakan bahan kontaminan belum dikonfirmasi.

    Berita vaksin Moderna tercemar membuat upaya vaksinasi di Jepang diperkirakan akan mengalami kemunduran. Pemerintah kini sedang berjuang membujuk penduduknya terutama generasi muda untuk divaksinasi.

    Pada hari Jumat, delapan prefektur sedang memasuki keadaan darurat sehingga total 80 persen populasi Jepang di bawah pembatasan akibat covid-19. Pemerintah melaporkan hampir 25.000 infeksi baru dengan 2.000 adalah kasus parah.

    Penangguhan vaksin Moderna yang tercemar, menurut Kementerian Kesehatan merupakan tindakan pencegahan. Namun langkah itu menyebabkan beberapa perusahaan membatalkan vaksinasi pegawai. Regulator obat Eropa juga melakukan penyelidikan.

    Perusahaan farmasi Spanyol Rovi yang mengemas vaksin Moderna dalam botol, mengatakan kontaminasi dapat disebabkan oleh masalah manufaktur saat produksi. Pihak perusahaan sedang melakukan penyelidikan.

    Kyodo News melaporkan sebanyak 176 ribu suntikan telah diberikan dengan vaksin Moderna yang tercemar tersebut. 

    Baca: Jepang Setop Pemakaian 1,63 Juta Dosis Vaksin Moderna, Apa Sebabnya?

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.