Australia Selesaikan Evakuasi di Afghanistan Sebelum Serangan ISIS-K

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kerumunan orang menunggu giliran evakuasi di luar bandara Kabul, Afghanistan, 25 Agustus 2021. Dalam 12 hari terakhir, negara-negara Barat telah mengevakuasi hampir 100.000 orang dari bandara ini. Twitter/DAVID_MARTINON melalui REUTERS/File Foto

    Kerumunan orang menunggu giliran evakuasi di luar bandara Kabul, Afghanistan, 25 Agustus 2021. Dalam 12 hari terakhir, negara-negara Barat telah mengevakuasi hampir 100.000 orang dari bandara ini. Twitter/DAVID_MARTINON melalui REUTERS/File Foto

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyatakan pihaknya berhasil menyelesaikan evakuasi di Afghanistan sebelum ISIS-K melakukan serangan. Alhasil, tidak ada personil militer ataupun warga negaranya yang menjadi korban serangan bom di Bandara Hamid Karzai, Kabul, Kamis kemarin.

    Diakhirinya evakuasi pada Kamis kemarin sendiri, kata Morrison, karena pihaknya tahu ISIS-K akan menyerang. Dirinya menerima laporan intelijen yang begitu jelas soal rencana ISIS-K menyerang bandara di Kabul.

    "Kamu berhasil memulangkan sisa personil Australia di Afghanistan, tak lama sebelum serangan mengerikan semalam," ujar Scott Morrison dalam keterangan persnya, Jumat, 27 Agustus 2021.

    Scott Morrison menambahkan bahwa personil Militer Amerika dan Inggris telah membantu Australia untuk mengungsikan seluruh personilnya tepat waktu. Selama sembilan hari, kata Morrison, pihaknya berhasil mengungsikan 4100 orang yang terdiri atas 3200 warga negara Australia dan sisanya Afghanistan.

    Perdana Menteri Australia Scott Morrison merapikan masker saat konferensi pers dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di depan Istana Elysee di Paris, Prancis, 15 Juni 2021. [REUTERS/Pascal Rossignol]

    Selain Australia, Belanda juga memutuskan untuk mengakhiri proses evakuasinya pada Kamis kemarin. Alasannya sama, ancaman ISIS-K. Pemerintah Belanda bahkan tak menyangkal bahwa diakhirinya proses evakuasi secepat mungkin berarti akan ada banyak warga negara Belanda yang tertinggal di Afghanistan.

    Negara-negara lain diprediksi akan menyusul langkah Australia dan Belanda untuk mengakhiri evakuasinya di Afghanistan sebelum tenggat yang ditetapkan, 31 Agustus 2021. Kemarin, PM Prancis Jean Castex mengatakan Jumat bakal menjadi penerbangan terakhir dari Afghanistan.

    "Kami akan tetap lanjut membantu proses evakuasi di Afghanistan hingga Jumat malam," ujar Castex menegaskan.

    Menteri Luar Negeri Norwegia, Ine Eriksen Soereide, juga mengindikasikan evakuasi akan diakhiri. Serangan ISIS-K semalam, kata ia, membuat pihaknya tak bisa lagi membantu warga negaranya maupun Afghanistan untuk kabur. "Pintu ke bandara sekarang telah tertutup (akibat serangan ISIS-K) dan mustahil untuk memasukkan orang ke dalam," ujarnya mengakhiri.

    Baca juga: Belanda Stop Evakuasi Warga di Afghanistan Kamis Ini, Prancis Menyusul

    ISTMAN MP | AL JAZEERA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.