Taliban Tunjuk Bekas Tahanan Guantanamo Jadi Menteri Pertahanan Afghanistan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pejabat, termasuk mantan Presiden Afganistan Hamid Karzai dan wakil pemimpin dan negosiator Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar, menghadiri konferensi perdamaian Afganistan di Moskow, Rusia 18 Maret 2021. [Alexander Zemlianichenko / Pool via REUTERS]

    Para pejabat, termasuk mantan Presiden Afganistan Hamid Karzai dan wakil pemimpin dan negosiator Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar, menghadiri konferensi perdamaian Afganistan di Moskow, Rusia 18 Maret 2021. [Alexander Zemlianichenko / Pool via REUTERS]

    TEMPO.CO, JakartaTaliban menunjuk mantan tahanan Teluk Guantanamo, Mullah Abdul Qayyum Zakir sebagai Menteri Pertahanan Afghanistan. Dikutip dari Al Jazeera, Mullah Abdul Qayyum Zakir adalah seorang komandan veteran Taliban. Ia juga rekan dekat pendiri Taliban, Mullah Omar.

    Mullah Abdul Qayyum Zakir ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat pada 2001 dan ditahan di Teluk Guantanamo hingga 2007. Setelah bebas, ia diserahkan kepada pemerintah Afghanistan.

    Penunjukkan Mullah Abdul Qayyum Zakir sebagai menteri pertahanan sementara di saat Taliban belum membentuk pemerintahan formal di Afghanistan. Selain Zakir, Taliban juga telah menunjuk beberapa pemimpinnya untuk menduduki posisi kunci dalam menjalankan negara.

    Taliban sebelumnya menunjuk Haji Mohammad Idris sebagai pejabat kepala dari Da Afghanistan Bank (DAB), bank sentral negara tersebut. Saat dikonfirmasi, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan Idris ditunjuk untuk mengatur lembaga pemerintah dan perbankan serta mengatasi masalah rakyat.

    Menurut kantor berita Pajhwok Afghanistan, Taliban juga menunjuk Gul Agha sebagai penjabat menteri keuangan dan Sadr Ibrahim sebagai penjabat menteri dalam negeri oleh Taliban.

    Taliban telah meminta warga Afghanistan untuk bekerja kembali. Kelompok ini berjanji bahwa mereka tak akan membalas dendam.

    Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan kepada wartawan di Kabul pada hari Selasa bahwa sudah waktunya bagi orang untuk bekerja untuk negara mereka. Dia mengatakan Taliban sedang mengerjakan prosedur bagi pekerja pemerintah perempuan untuk kembali ke pekerjaan mereka tetapi untuk saat ini mereka harus tinggal di rumah karena alasan keamanan.

    Baca juga: Taliban Peringatkan AS Setop Evakuasi Dokter dan Insinyur Afghanistan

    REUTERS | INDIATODAY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.