ISIS Mengancam, Warga Afghanistan Diminta Jauhi Bandara Kabul

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para tentara Inggris, Turki, dan AS membantu seorang bocah saat evakuasi di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, 20 Agustus 2021. Para tentara asing bahu-membahu mengevakuasi warga Afghanistan, khususnya anak-anak. Sgt. Victor Mancilla/U.S. Marine Corps/Handout via REUTERS

    Para tentara Inggris, Turki, dan AS membantu seorang bocah saat evakuasi di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, 20 Agustus 2021. Para tentara asing bahu-membahu mengevakuasi warga Afghanistan, khususnya anak-anak. Sgt. Victor Mancilla/U.S. Marine Corps/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Militer Amerika dan sekutunya memperingatkan warga lokal maupun internasional Afghanistan untuk menjauh dari Bandara Hamid Karzai, Kabul. Gara-garanya, mereka mendapati ancaman kelompok teroris ISIS-K kian nyata sementara di bandara masih ada ribuan orang menanti diungsikan keluar dari Kabul.

    Peringatan itu diterbitkan Rabu malam waktu setempat, pertama kali oleh Kedutaan Besar Amerika di Kabul. Mereka secara tegas meminta warga untuk tidak berjalan ke Bandara Hamid Karza. Sementara itu, bagi mereka yang sudah berada di bandara, diminta segera menjauh karena adanya ancaman.

    Inggris dan Australia menyusul kemudian, mengeluarkan pernyataan serupa kepada warga yang berada di bandara.

    "Segera menjauh ke tempat yang aman. Ada ancaman serangan teroris," ujar Kementerian Luar Negeri Inggris dalam peringatannya, Rabu, 25 Agustus 2021.

    Ancaman muncul di tengah-tengah proses evakuasi yang tengah digenjot oleh Militer Amerika dan sekutu-sekutunya. Deadline evakuasi yang kian dekat, 31 Agustus 2021, memaksa mereka untuk mempercepat proses evakuasi dengan jumlah pesawat dan personil yang terbatas.

    Di luar Bandara Hamid Karzai, Taliban berjaga. Mereka telah sepakat untuk mengawal proses evakuasi, memastikan warga lokal dan internasional selamat, hingga deadline. Setelah deadline, mereka tidak akan bertanggung jawab lagi dan proses evakuasi mereka minta untuk dihentikan.

    Diberitakan sebelumnya, Taliban mengambil alih pemerintahan Afghanistan per 14 Agustus lalu. Sejak saat itu, ribuan warga di Afghanistan berbondong-bondong mencoba keluar dari negara mereka, tidak mau dipimpin oleh Taliban yang terang-terangan menolak demokrasi. 

    "Dengan situasi seperti sekarang, sangat mungkin pelaku bom bunuh diri menyerang di koridor yang banyak orang. Peringatan sudah dikeluarkan berkali-kali."

    "Warga sulit untuk diminta menjauh. Mereka benar-benar ingin keluar dari negeri ini, apapun caranya. Mereka tidak takut mati. Semua mempertaruhkan nyawa," ujar pejabat Direktorat Penerbangan Sipil Afghanistan, Ahmedullah Rafiqzai, yang bertugas di Bandara Hamid Karzai.

    Baca juga: Amerika Khawatir ISIS-K Akan Serang Bandara Afghanistan di Tengah Evakuasi

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.