Warga Afghanistan yang Imunisasi Vaksin Virus Corona Turun 80 Persen

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang bergerombol untuk dapat memasuki Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afganistan, 16 Agustus 2021. Taliban dikhawatirkan akan memberlakukan aturan ketat yang melarang kaum perempuan untuk bekerja dan mendapat pendidikan di luar rumah. REUTERS/Stringer

    Orang-orang bergerombol untuk dapat memasuki Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afganistan, 16 Agustus 2021. Taliban dikhawatirkan akan memberlakukan aturan ketat yang melarang kaum perempuan untuk bekerja dan mendapat pendidikan di luar rumah. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah warga Afghanistan yang melakukan suntik imunisasi vaksin virus corona berkurang sampai 80 persen sepekan setelah Ibu Kota Kabul jatuh ke tangan Taliban. UNICEF memperingatkan beberapa dosis vaksin virus corona yang dikirim ke Afghanistan hampir dekat masa kadarluwarsanya.

    Kelompok radikal Taliban menguasai Ibu Kota Kabul pada 15 Agustus 2021, setelah sebelumnya merebut kota-kota lain di negara itu pada awal bulan ini. Taliban melancarkan pemberontakan di Afganistan setelah Amerika Serikat memutuskan menarik pasukan militernya usai 20 tahun pertempuran di sana.

    “Sejak Taliban mengambil alih Kabul, ada penurunan sampai 80 persen pada orang-orang yang datang untuk disuntik vaksin virus corona,” kata juru bicara UNICEF.

    Terhitugn sejak 15 Agustus 2021, sudah ada 30.500 warga Afghanistan yang disuntik vaksin virus corona total dari 23 provinsi di negara itu. Total ada 34 provinsi di Afghanistan. Afghanistan mendapatkan vaksin virus corona lewat program WHO, yang dinamai Covax.

    “Penurunan ini dapat dimengerti karena situasi yang sedang kacau, konflik dan kedaruratan. Masyarakat memprioritaskan keamanan mereka dan keselamatan,” kata Juru bicara UNICEF.

    UNICEF enggan berkomentar soal apakah penurunan ini juga akibat skeptisme Taliban terhadap vaksin. UNICEF hanya memperingatkan risiko-risiko yang mungkin dihadapi jika imunisasi massal vaksin virus corona diperlambat.

    Ada sekitar 2 juta dosis vaksin virus corona merek Johnson & Johnson dikirim ke Afghanistan. Separuh dari jumlah itu akan kadarluwarsa pada November 2021.

    Baca juga: Joe Biden Mantap Tarik Pasukan Militer Amerika dari Afganistan

         

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.