AS Sita 3.000 Kartu Vaksin Covid-19 Palsu dari China

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa kartu vaksin pengunjung yang akan masuk ke Pasar Tanah Abang di masa perpanjangan PPKM Level 4 di Jakarta, Rabu 18 Agustus 2021. Setelah penerapan pembatasan selama satu bulan lebih di Ibu Kota, kasus harian Covid-19 telah menurun. TEMPO/Subekti.

    Petugas memeriksa kartu vaksin pengunjung yang akan masuk ke Pasar Tanah Abang di masa perpanjangan PPKM Level 4 di Jakarta, Rabu 18 Agustus 2021. Setelah penerapan pembatasan selama satu bulan lebih di Ibu Kota, kasus harian Covid-19 telah menurun. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat atau CBP di Anchorage, menyita lebih dari 3.000 kartu vaksinasi COVID-19 palsu yang dikirim dari China.

    Menurut pejabat setempat, kartu-kartu palsu itu dicetak dengan kualitas rendah namun sangat mirip dengan sertifikat asli yang diterbitkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC. Sertifikat diberikan kepada penerima vaksin Covid-19.

    Kartu-kartu vaksin covid-19 palsu itu yang disita di Alaska sangat mirip dengan kasus sejenis yang terjadi di Memphis pekan lalu. Sebelumnya pemerintah AS telah menyita kartu vaksin palsu dari China di Memphis.

    “Menyingkirkan kartu-kartu palsu ini sebelum dijual adalah penting untuk keselamatan publik Amerika,” kata Lance Robinson, direktur area pelabuhan Area Port of Anchorage, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

    Kartu vaksin covid-19 palsu yang disita itu akan dikirim ke seluruh Amerika Serikat selain Alaska, menurut Kymberly Fernandez, asisten direktur pelabuhan area di Anchorage. Saat ini pihak berwenang masih melakukan investigasi.

    Baca: China Minta Dunia Dukung Pemerintahan Baru Afghanistan, Jangan Terus Menekan


    REUTERS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.