Dihukum Karena Tak Pakai Masker di Singapura, Pria Inggris Minta Dibebaskan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para siswa sekolah dasar yang mengenakan masker tampak berjalan menuju sekolah mereka di Singapura, Selasa, 2 Juni 2020. Sekolah-sekolah di Singapura mulai dibuka ketika negara tersebut memasuki fase pembukaan kembali dari masa Lockdown. (Xinhua/Then Chih Wey)

    Para siswa sekolah dasar yang mengenakan masker tampak berjalan menuju sekolah mereka di Singapura, Selasa, 2 Juni 2020. Sekolah-sekolah di Singapura mulai dibuka ketika negara tersebut memasuki fase pembukaan kembali dari masa Lockdown. (Xinhua/Then Chih Wey)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Singapura menghukum seorang pria Inggris enam minggu penjara pada Rabu, 18 Agustus 2021. Menurut media lokal, pria asal Inggris itu berulang kali melanggar protokol kesehatan Covid-19 karena menolak mengenakan masker di depan umum.

    Benjamin Glynn, 40, dinyatakan bersalah atas empat tuduhan. Ia bersalah karena tak menggunakan masker di kereta pada Mei lalu. Glynn juga tampil tanpa masker di pengadilan pada Juli serta mengeluarkan ancaman terhadap pelayan publik.

    Glynn telah diperiksa secara kejiwaan akibat perilakunya di pengadilan tersebut. Dia meminta pengadilan untuk membatalkan tuduhan telah melanggar hukum. Ia juga meminta paspornya dikembalikan sehingga dia bisa kembali ke Inggris.

    Singapura dan Inggris sama-sama merencanakan berdamai dengan Covid-19. Namun cara kedua negara ini berbeda.

    Hakim menyatakan kepada Glynn bahwa dia salah karena yakin akan dibebaskan dari kewajiban menggunakan masker. Dalam sidang tersebut Glynn mewakili dirinya.

    Singapura yang menjadi pusat bisnis Asia ini terkenal dengan penegakan aturan yang ketat. Pelanggar aturan Covid-19 telah dipenjara dan dikenakan denda. Ketatnya tindakan tersebut membuat Singapura berhasil mengendalikan penyebaran Covid-19.

    Selain Glynn, pada Februari lalu pengadilan Singapura menghukum seorang pria Inggris dua minggu penjara setelah dia menyelinap keluar dari kamar hotel untuk menemui tunangannya saat dikarantina.

    Baca juga: Warga Amerika Serikat Harus Pakai Masker Saat di Transportasi Umum


    CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.